Corona di Bali

Banjar Adat Pekuwon di Bangli Berlakukan Sipeng Tiga Hari, Ini Sebabnya

Banjar Adat Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Bangli memberlakukan sipeng selama tiga hari.

Pixabay
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI –Banjar Adat Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Bangli memberlakukan sipeng selama tiga hari. 

Upaya tersebut dipilih pasca ditemukannya penambahan satu orang reaktif positif, dari hasil rapid test terhadap puluhan warga setempat pada hari Jumat (8/5).

Kelihan Adat Banjar Pekuwon, I Wayan Suartama membenarkan bahwa tujuan diberlakukan sipeng mengingat di wilayah Banjar Pekuwon, ditemukan dua warga yang positif.

Dan berdasarkan penelusuran kontak erat terhadap 70 warga, diketahui bahwa satu orang dinyatakan reaktif positif.

Dengan adanya wabah di wilayah Banjar Adat Pekuwon, Suartama kembali menekankan kepada krama adat, agar benar-benar disiplin dalam menjalankan arahan pemerintah.

Seperti menjaga jarak, tinggal dirumah, serta mengenakan masker.

Pihaknya juga menegaskan pada 70 krama yang menjalani rapid test, wajib melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari di kediaman masing-masing.

“Untuk mempercepat penanganan wabah, kami dari peduluan adat memohon kepada seluruh krama adat Pekuwon untuk tinggal dirumah atau Sipeng selama tiga hari,” ungkapnya Sabtu (9/5).

Sipeng dimulai Minggu (10/5) hingga Selasa (12/5) dan berlaku bagi krama adat Pekuwon yang berjumlah 300 KK.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved