Bingung Dikepung Abrasi Pesisir Pantai Karangdadi, Mangku Dharma Empat Kali Pindahkan Warung

Pada Sabtu (9/5/2020) ombak di Pantai Karangdadi Kusamba sangat ganas, mencapai enam meter.

tribun bali/ eka mita suputra
Pesisir Pantai Karangdadi Kusamba, Klungkung dikikis abrasi yang ganas. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Mangku Dharma (60) berteduh di warung sederhananya di pesisir Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Minggu (10/5/2020).

Sejak beberapa tahun terakhir, ia sudah empat kali memindahkan warungnya karena dikepung abrasi yang parah.

“Ini saja baru sekitar sebulan lalu pindah lagi, karena abrasi yang semakin mengkhawatirkan," ungkap Mangku Dharma, Minggu (10/5/2020).

Ia mengungkapkan, ombak pasang yang terjadi tiga hari terakhir membuat abrasi di pesisir Karangdadi semakin parah. Bahkan tinggi ombak saat itu mencapai 6 meter, yang juga nyaris menerjang warungnya meski sudah berpindah posisi ke sisi Barat.

“Memang biasanya menjelang dan beberapa hari setelah bulan purnama atau tilem, ombak di sini sangat tinggi. Bahkan kemarin (9/5/2020), ombaknya besar sekali, sampai 6 meter," jelasnya.

Ombak tinggi itu membuat daratan semakin terkikis.

Mangku Dharma awalnya berencana memindahkan warungnya ke sisi Utara dari tempat sebelumnya.

Namun pesisir itu sudah habis tergerus abrasi. Sehingga ia harus memindahkanya ke sisi Barat.

“Pesisir di sisi Timur jalan, sudah tidak bisa saya dirikan warung. Daratannya sudah habis terkikis ombak," jelasnya.

Dari kejauhan di sisi Timur, tampak bangunan PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) sebagian sudah terendam air laut.

Padahal beberapa bulan lalu, proyek bernilai Rp 33 miliar dan terbengkalai itu masih berada di pesisir.

Saat ini hanya sisa dua bangunan PPI yang masih berdiri, namun kondisinya sudah rusak parah.

Beberapa bangunan lainnya sudah terlebih dahulu rata dengan tanah setelah diterjang ombak. Bahkan beton break water sudah tidak kuat menahan ombak, hingga posisinya hancur berantakan.

“Saya harap ada penanganan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, daratan akan semakin tergerus. Abrasi akan kian parah," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved