Breaking News:

Virus Corona

Peringatan WHO Soal Corona: Belum Ada Bukti Orang Sembuh Covid-19 Punya Kekebalan dari Infeksi Kedua

WHO menemukan kondisi yang berbahaya yang memungkinkan orang akan kembali bekerja setelah pulih dari virus.

Editor: Ady Sucipto
Pixabay
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM,  - Seseorang yang terinfeksi virus corona pertama kali bukan berarti Anda telah kebal atau tidak dapat terinfeksi Covid-19 untuk kedua kalinya atau lebih. 

Demikianlah peringatan yang diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait virus corona. 

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (25/4/2020), WHO menemukan kondisi yang berbahaya yang memungkinkan orang akan kembali bekerja setelah pulih dari virus.

"Saat ini belum ada bukti bahwa orang yang telah sembuh dari Covid-19 dan memiliki antibodi (kekebalan) diri dari infeksi kedua," ujar Badan PBB itu pada 24 April 2020.

Pedoman WHO datang setelah beberapa pemerintah menyarankan, orang yang memiliki antibodi virus corona dapat mengeluarkan "paspor kekebalan" atau "setifikat bebas risiko" yang akan memungkinkan mereka untuk berpergian atau kembali bekerja.

Tindakan tersebut berdasarkan asumsi bahwa mereka aman dari infeksi ulang.

Orang yang mengeluarkan sertifikat semacam itu dapat mengabaikan panduan kesehatan masyarakat, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit lebih lanjut.

Kekebalan tubuh

Ilustrasi olahraga di luar rumah - Amankah Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi Corona? Berapa Jarak Aman Olahraga dengan Orang Lain?
Ilustrasi olahraga di luar rumah - Amankah Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi Corona? Berapa Jarak Aman Olahraga dengan Orang Lain? (Pixabay)

Chili merupakan negara pertama yang mengumumkan rencana untuk mengeluarkan kartu kekebalan yang sebagian didasarkan pada tes antibodi.

Kemudian, disusul oleh Jerman yang juga berupaya memberi penduduk "paspor imunitas" yang akan memungkinkan orang-orang yang telah pulih dari Covid-19 dikeluarkan dari langkah-langkah perlindungan terbatas dan bekerja di luar rumah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved