Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

6 Cara Mengatur Keuangan Saat Ramadhan di Tengah Wabah Covid-19

Kondisi finansial yang sehat sangat dibutuhkan terutama bagi seseorang yang terdampak Covid-19

Gambar oleh William Iven dari Pixabay
Foto ilustrasi seorang wanita sedang melakukan pembukuan atau mencatat keuangan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Pandemi Covid-19 membuat ekonomi beberapa orang menjadi kacau.

Ada yang kehilangan mata pencahariannya hingga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Karena hal tersebut banyak orang harus mengetatkan ikat pinggang dan bersiap untuk masalah ekonomi yang akan timbul.

Perencana keuangan One Shield Consulting Budi Rahardjo mengatakan ada beberapa masalah yang menerpa kondisi finansial saat ini, seperti pencabutan tunjangan, kebijakan perusahaan yang merumahkan karyawannya dan lain sebagainya.

5 Arti Mimpi Melihat Telur: Pertanda Kekayaan dan Kegembiraan

Penjelasan Zakat Fitrah yang Wajib Dilakukan Umat Islam, Beserta Bacaan Niat Berzakat

Kartu Prakerja Belum Buka Pendaftaran Untuk Gelombang 4, Panji Winanteya Ungkap Alasannya

“Kondisi finansial yang sehat sangat dibutuhkan terutama bagi seseorang yang terdampak Covid-19,” kata Budi kepada Kompas.com, Senin (27/4/2020).

Menjalani Ramadhan di tengah wabah Covid-19 tentu membuat kita harus harus pintar mengatur keuangan.

Dia pun memberikan beberapa tips untuk mengatur keuangan saat Ramadhan di tengah pandemi Covid-19, antara lain :

1. Memastikan pondasi keuangan sehat

Budi mengatakan, dengan memastikan pondasi keuangan yang sehat, maka akan lebih mudah menjalani bulan Ramadhan di tengah pandemi Covid-19.

Adapun cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur gaya hidup untuk lebih hemat.

“Harus mengatur gaya hidup sesuai dengan penghasialan yang ada, karena secara logika pengeluaran menurun karena genggak ada transpotrtasi, makan di luar dan hiburan,” jelas dia.

2. Melakukan prioritas keuangan

Menurut Budi, segala bentuk pengeluaran harus memiliki prioritas.

Hal ini penting agar alokasi dana Anda tidak dihamburkan untuk hal yang tidak mungkin, sehingga dapat merugikan Anda pada kondisi yang tidak pasti ini.

“Kadang kalau kita membelanjakan uang tanpa prioritas, nanti prioritas akan terbaikan. Prioritas itu yang wajib-wajib seperti belanja ataupun bayar listrik,” tambah dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved