Corona di Bali

Beberapa Rumah Sakit di Bali Miliki Ruang Isolasi, Namun Tak Bertekanan Negatif

Mewabahnya pandemi Covid-19, mewajibkan semua Rumah Sakit untuk memiliki ruangan isolasi.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020). 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mewabahnya pandemi Covid-19, mewajibkan semua Rumah Sakit untuk memiliki ruangan isolasi.

Faktanya, beberapa Rumah Sakit memang memiliki ruang isolasi namun tidak bertekanan negatif.

"Semua Rumah Sakit mempunyai ruang isolasi, tetapi kan standarnya harus bertekanan negatif. Karena tekanan negatif sangat penting untuk menarik virus keluar. Jika suatu Rumah Sakit tidak memiliki ruang isolasi, pasti akreditasinya masih kurang," ungkap, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat ditemui pada, Senin (11/5/2020).

dr. Suarjaya juga menambahkan, dengan adanya pandemi Covid-19 standar ruang isolasi bertekanan negatif harus diikuti.

Diduga Karena Stres & Telat Sarapan, Bule Asal Belarus Ngamuk di Kantor Satpol PP Denpasar

BREAKING NEWS - Terkait Sanksi Adat Penerapan PKM di Denpasar, MDA Denpasar Akan Seragamkan Sanksi

Viral Suara Dentuman di Jawa Tengah, Warga Khawatir Gunung Merbabu Meletus, Begini Penjelasan BMKG

"Maka dari itu kami dari Provinsi akan menegaskan lagi kepada daerah dan Rumah Sakit untuk memiliki ruang isolasi bertekanan negatif," sambungnya.

Sementara, untuk saat ini ketiga belas Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Bali telah memiliki ruang isolasi bertekanan negatif.

Dan beberapa Rumah Sakit Swasta di Bali pun juga memiliki ruang isolasi bertekanan negatif namun tidak menjadi Rumah Sakit rujukan.

"Untuk ruang isolasi tinggal menata ruangannya salah satunya penataan pada AC (Air Conditioner) nya, ruangan isolasi bertekanan negatif AC nya tidak boleh yang sistem kerjanya sentral, harus tersendiri AC nya. Karena AC sentral akan berputar keruangan lain," imbuhnya.

Serta harus terdapat alat khusus untuk membuat filter yang menarik virus keluar.

Sedangkan saat disinggung soal anggaran terkait ruang isolasi, dr. Suarjaya mengaku tidak tahu percis terkait anggarannya.

"Kalau untuk anggaran, saya tidak tahu percis, ya seperti kurang dari Rp. 10 juta," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved