Pedagang Rawan Kepanasan di Tempat Relokasi Pasar, Bupati Gianyar Siapkan Pohon Perindang Besar

Mulai dari areal yang panas, karena tidak adanya pohon peneduh dan tempat sampah yang relatif kecil.

Istimewa
Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat meninjau tempat relokasi pedagang Pasar Umum Gianyar, di Kelurahan Samplangan, Gianyar, Senin (11/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Bupati Gianyar, Made Mahayastra bersama Komisi II DPRD Gianyar meninjau tempat relokasi para pedagang Pasar Umum Gianyar, di Kelurahan Samplangan, Gianyar, Senin (11/5/2020).

 Ada berbagai kekurangan yang saat ini akan segera dilengkapi Pemkab Gianyar, untuk kenyamanan para pedagang.

Mulai dari areal yang panas, karena tidak adanya pohon peneduh dan tempat sampah yang relatif kecil.

“Ada beberapa hal yang mesti kita tambahkan untuk kenyamanan para pedagang, seperti tempat sampah. Tempat ini luas tapi tempat sampahnya kurang, begitu juga penghijauan. Dari jam 10 pagi sampai 12 siang pasti sangat panas, maka perlu ditambahkan pohon perindang. Akan saya arahkan penanaman pohon besar,” ujar Bupati Gianyar, Made Mahayastra.

Sebaiknya Hindari Makan Tengah Malam, Ini 6 Dampak Buruknya Bagi Kesehatan

Sri Mulyani Sebut THR PNS & Pensiunan Cair 15 Mei 2020, Ini Rincian Besarannya

Mahayastra Komitmen Tata ‘Wajah’ Kota Gianyar,Serahkan Bansos Rp 1,36 Milyar di Desa Adat Tegal Tugu

Keunggulan dari tempat realokasi ini, kata Mahayastra, adalah lahannya relatif luas sehingga para pedagang bisa menerapkan physica distancing.

 “Saya rasa tempatnya cukup luas, sehingga seribuan pedagang di sii bisa kita terapkan jaga jaraknya,” ujarnya, namun tidak merinci luas lahan relokasi ini.

Terkait kapan para pedagang di Pasar Umum Gianyar akan direlokasi, Mahayastra menargetkan proses relokasi bisa dilakukan dari 14 Mei 2020 ini sampai batas waktu 24 Mei 2020.

Sebab proses pembongkaran bangunan Pasar Umum Gianyar akan dilakukan 28 Mei 2020.

“Proses relokasi bisa dilakukan mulai dari tanggal 14 ini, lalu diharapkan semua pedagang sudah di sini pada 24 Mei, karena tanggal 28 Mei proses pembongkaran pasar sudah harus dimulai. Pembongkaran pasar kita targetkan berlangsung selama sebulan,” ujarnya.

Terkait proyeksi pembangunan pasar baru, Mahayasra mengatakan, proses lelang fisik oembangunan dilakukan Oktober 2020. 

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Umum Gianyar ini dianggarkan sebesar Rp 250 miliar, yang sumber dananya berasal dari APBN.

 “Oktober adalah lelang tahap pembangunan.   Kita patut bersyukur, karena ini sejarah pertama kali di Gianyar ada pembangunan dengan anggaran sebesar Rp 250 miliar,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved