Sponsored Content

Pemkab Badung Lakukan Proses Validasi Data Calon Penerima BST di Kelurahan

Pada kesempatan itu Wabup Suiasa, mengaku pihaknya terus berproses terkait penyaluran BST kelurahan ini. Pos dana sudah ada yakni dana tak terduga

Istimewa
Wabup Suiasa saat memimpin rapat koordinasi terkait proses validasi data calon penerima, Senin (11/5/2020) di Puspem Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dalam merealisasikan pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah kelurahan, Pemkab Badung kembali melakukan rapat koordinasi terkait proses validasi data calon penerima, Senin (11/5/2020) di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung.

Rapat yang dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya ini difokuskan pada penerimaan data calon penerima BST Kelurahan dari empat kecamatan yaitu Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara dan Mengwi.

Pada kesempatan itu Wabup Suiasa, mengaku pihaknya terus berproses terkait penyaluran BST kelurahan ini.

Pos dana sudah ada yakni dana tak terduga sebesar Rp 126 Miliar yang akan dieksekusi melalui Dinas Sosial.

Dek Bas Simpan Sabu di Kotak Pembersih Telinga

Dewan Minta Penyaluran Bansos Tabanan Diawasi Ketat, Baru 34 Desa Yang Menyalurkan BLT DD

Ramai di Media Sosial, Walikota Denpasar Kunjungi Bengkel Tempat Pembuatan Fogging Mini

Data yang telah terkumpul akan di-cleansing dengan tujuan tidak terjadi double data dan langkah review agar benar-benar data tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

 “Kami harapkan cleansing data dan review ini dapat diselesaikan secepatnya, sehingga kita mendapatkan data final dan kegiatan ini dapat segera dieksekusi,” tegasnya.

Lebih lanjut Suiasa mengatakan, setelah melakukan rapat awal pada Jumat (8/5/2020) lalu dan sudah ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan.

Pihak kelurahan pun langsung melaksanakan Musyawarah Kelurahan Khusus untuk mengumpulkan data penerima BST kelurahan. 

BST kelurahan pada prinsipnya memiliki pola dan persyaratan yang sama dengan BLT Dana Desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 6 Tahun 2020 tentang Bantuan Langsung Tunai dimana keluarga sasaran adalah  keluarga miskin non PKH, non BPMT, non kartu Pra Kerja, Kehilangan Mata Pencaharian / Putus Pekerjaan, belum terdata mengacu pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dari Kementrian Sosial serta memiliki anggota keluarga rentan sakit menahun/kronis.

Duta Besar Indonesia di Selandia Baru Sampaikan Cara Negara Itu Sukses Tangani Covid-19

Gelontorkan Rp 38,2 Miliar, Koster Bantu Pelajar di Bali yang Terdampak Covid-19

Peternak di Bangli Keluhkan Anjloknya Harga Babi Potong Dimasa Pandemi Covid-19

“Perbedaannya terletak pada mekanisme anggaran saja. Karena Kelurahan merupakan suatu unit kerja dari OPD Kecamatan, maka anggarannya akan berada di kecamatan selaku penanggungjawab administrasi dan anggaran,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut dari penyampaian masing-masing Camat, didapatkan data sementara penerima BST kelurahan dengan total sebanyak 3.332 KK. Terdiri dari Kuta Selatan terdata sebanyak 68 KK, Kuta Utara 782 KK, Mengwi 15 KK dan Kuta 2.467 KK.

“Data ini nantinya akan kembali di-cleansing di Dinas Kominfo dan mendapatkan review dari Inspektorat sehingga diharapkan minggu ini data final/valid penerima BST kelurahan dapat ditetapkan dengan Keputusan Bupati sehingga secepatnya bisa direalisasikan dan diterima oleh masyarakat yang masuk data penerima tersebut,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Inspektur Ni Luh Suryaniti, Kepala BKD Diklat I Gde Wijaya yang juga menjabat Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kadis Sosial I Ketut Sudarsana serta para Camat yang mewilayahi kelurahan.  (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved