Corona di Bali

Dewan Minta Penyaluran Bansos Tabanan Diawasi Ketat, Baru 34 Desa Yang Menyalurkan BLT DD

Dewan Minta Penyaluran Bansos Tabanan Diawasi Ketat, Baru 34 Desa Yang Menyalurkan BLT DD

NET
Ilustrasi uang 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Komisi I DPRD Tabanan meminta seluruh jajaran pengawas baik di pemerintah maupun lembaga lainnya seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk mengawasi dengan ketat penyaluran bantuan sosial seperti salah satunya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Hal ini agar penyaluran bantuan agar tetap sasaran.

Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan, untuk penyaluran bantuan sosial harus mendapatkan pengawasan yang ketat agar tepat sasaran.

Sehingga, aparat keamanan seperti TNI, Polri dan Kejaksaan harus benar-benar melakukan pengawasan.

"Jadi Pemda lewat inspektorat dan DPMD, TNI dan Polri lewat Babinsa dan Babinkamtibmas, serta Kejaksaan juga bisa melaksanakan pengawasan terkait penyaluran bantuan sosial ini," ujar Eka Nurcahyadi, Senin (11/5).

Eka melanjutkan, untuk informasi BLT Dana Desa saat ini sudah di data dan sedang proses. Terakhir, sudah 34 Desa yang melaksanakan pencairan di Bulan ini.

"Kami harap semua desa pada bulan Mei ini sudah harus semua eksekusi. Informasinya saat ini hanya baru 34 desa saja dari 133 Desa di Tababan yang mencairkan atau menyalurkannya," tandasnya.

Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan, Letnat Kolonel Inf Toni Sri Hartanto mengatakan, Babinsa melekat di desa masing-masing dalam pengawasan penyaluran BLT, sehingga diharapkan tepat sasaran.
"Kami harapkan BLT Dana Desa maupun Bansos lainya tepat sasaran dan tidak duplikasi. Sehingga, aparat desa di dukung babinsa maupun yg lainnya harus cek dan ricek data bansos agar tidak duplikasi alias dobel," harapnya.

Sementara itu, Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar menegaskan, pihaknya sudah menekankan kepada seluruh Babinkamtibmas di Tabanan untuk melakukan pengawasan yang bekerjasama dengan TNI dan Pemda juga bahkan seluruh elemen masyarakat.

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabanan telah menerima laporan data dari seluruh kecamatan terkait calon penerima BLT yang bersumber dari Dana Desa. Total ada 6.465 KK yang mendapatkan bantuan tersebut dengan anggaran total senilai Rp 11 Miliar lebih. Hanya saja, data per hari ini yang sudah dilakukan pencarian baru 414 KK, sedangkan yang lainnya masih proses.

Menurut data yang berhasil diperoleh, dari total 6.465 KK tersebut terbanyak ada di Kecamatan Pebenel dengan jumlah 1.326 KK di 18 Desa. Kemudian di kecamatan Pupuan sebanyak 995 KK di 14 Desa, Kecamatan Tabanan sebanyak 925 KK di 12 Desa, Kecamatan Kediri sebanyak 793 KK di 15 Desa.

Selanjutnya di Kecamatan Marga sebanyak 320 KK di 16 Desa, Kecamatan Baturiti sebanyak 676 KK dengan 12 Desa, Kecamatan Selemadeg Timur sebanyak 161 KK di 10 Desa, Kecamatan Selemadeg sebanyak 305 KK di 10 Desa, Kecamatan Selemadeg Barat sebanyak 309 KK di 11 Desa dan Kecamatan Kerambitan sebanyak 655 KK di 15 Desa.

"Total sesuai data ada 6.465 KK yang menjadi calon penerima BLT dari Dana Desa," ujar Kepala DPMD Tabanan, Roemi Listyowati, Jumat (8/5).(mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved