Suara Dentuman Misterius di Jawa Tengah Juga Terdengar di Sragen dan Solo
Selain Mariana, Joko Sunoto, warga Sragen lainnya, juga mendengar dentuman itu. Berbeda dengan Mariana, Joko Sunoto mendengarkannya pada sekitar 00.20
TRIBUN-BALI.COM, SRAGEN – Senin (11/05/2020) dini hari tadi tepatnya antara pukul 00.45 hingga 01.15 WIB warga Jawa Tengah mendengar suara dentuman yang cukup kencang.
Suara dentuman tersebut diduga berasal dari kejadian gempa tektonik.
Suara dentuman misterius terdengar di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin (11/5/2020) dini hari.
Dentuman itu terdengar sangat keras hingga membuat sejumlah warga kaget. Mariana, warga Kecamatan Sragen Kota, mengatakan suara dentuman keras itu terdengar sekitar 01.00 WIB. Saat itu Mariana sedang menonton televisi di rumah.
"Dengar suara itu (dentuman). Suara 'dung'," katanya kepada Kompas.com, Senin.
Mariana mengira suara dentuman itu berasal dari trafo listrik yang meledak. Namun, setelah suara itu hilang listrik tidak mati.
Dia mengatakan, suara dentuman keras tersebut berlangsung cepat. Suara itu terdengar sekitar satu detik.
Selain Mariana, Joko Sunoto, warga Sragen lainnya, juga mendengar dentuman itu. Berbeda dengan Mariana, Joko Sunoto mendengarkannya pada sekitar 00.20 WIB.
"Saya dengar suara itu sekitar jam setengah 1 dini hari tadi. Suaranya sangat keras," kata Joko.
Suara dentuman misterius itu juga terdengar di Solo. Nirwan, warga Kecamatan Sumber, Solo, mendengar dentuman itu sekitar 00.25 WIB. "Suaranya sangat keras," kata dia.
Nirwan mendengar suara itu setelah pulang ronda malam. Begitu mau tidur, dia mendengar suara dentuman misterius itu. "Suaranya menggema kok," tutur dia.
Menanggapi isu tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan pengecekan terhadap gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di Jawa Tengah.
Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Jawa Tengah.
"Sehingga kami memastikan sumber suara dentuman tersebut tidak berasal dari gempa tektonik," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Hal itu dikarenakan jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal dan dekat permukaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/list-populer.jpg)