Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Amankah Cas Baterai HP di Mobil? Begini Penjelasannya

Beberapa pengendara mobil menggunakan power output, sebagai lubang pengisian baterai handphone (HP).

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Kompas.com
Ilustrasi - cas ponsel di mobil 

Tak terlalu penuh, tak juga kosong.

Pada situasi ini, jangan menekan sel baterai dengan pengisian daya.

Lebih baik smartphone digunakan hingga persentase baterai menurun pelan-pelan.

Setelahnya, sebelum menuju kosong, barulah isi daya.

Keempat, jangan tempatkan baterai di suhu panas.

Baterai bakal kehilangan 80 persen ketahanannya jika pengguna menempatkannya pada temperatur 60 derajat selama setahun.

Pada suhu normal (25 derajat), ketahanan baterai tiap tahunnya juga bakal berkurang secara alamiah sebanyak 20 persen.

Kelima, jangan pula tempatkan baterai di suhu dingin.

Jika ingin menyimpan baterai, pastikan tak di tempat dengan suhu dingin, seperti kulkas.

Dampak negatifnya akan sama dengan kemungkinan jika baterai disematkan pada tempat bersuhu panas.

Keenam, jangan biarkan baterai kosong dalam waktu lama.

Jika baterai benar-benar dalam keadaan kosong, sel baterai akan "tidur".

Jika tak cepat-cepat "dibangunkan", kemungkinan terburuknya sel tersebut bakal kehilangan kemampuan untuk menyerap daya dari alat pengisian.

Maka, saat kapasitas baterai menunjukkan 40 persen, pengguna sudah harus siap-siap melakukan pengisian ulang.

Ketujuh, jangan pernah berharap baterai bisa hidup selamanya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved