Corona di Bali
Gianyar Tambah 4 Kasus Positif Corona, 1 Transmisi dan 3 Siswa Calon Perwira Kepolisian
Setelah beberapa hari tidak ada penambahan pasien positif Covid-19, kini Gianyar kembali menambah empat kasus baru.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabar buruk kembali terjadi di Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (13/5/2020).
Setelah beberapa hari tidak ada penambahan pasien positif Covid-19, kini Gianyar kembali menambah empat kasus baru.
Satu orang merupakan transmisi lokal asal Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Tiga orang merupakan siswa calon perwira Polri yang datang dari pendidikan Stukpa Sukabumi, Jawa Barat.
• Menuju Usia ke-25 Tahun, Telkomsel Donasikan Ventilator Hingga APD untuk Penanganan COVID-19
• Waspadai, 7 dari 10 Pasien Covid-19 dengan Penyakit Penyerta Ginjal Meninggal
• 4 Zodiak Ini Jago Stalking di Instagram, Apa Zodiakmu Diantaranya ?
Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya membenarkan adanya penambahan empat kasus positif Covid-19.
"Penambahan kasus positif sebanyak 4 orang, diantaranya 1 orang trasmisi di Desa Putulu dan 3 orang lainnya siswa calon perwira kepolisian yang datang dari pendidikan Stukpa di Sukabumi Jawa Barat," ujarnya.
Kronologis dari ketiga orang tersebut, kata dia, pada 11 Mei 2020, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menginformasikan ada enam orang yang mengikuti pelatihan di Sukabumi, dan saat kembali ke Bali dilakukan rapid test.
"Menurut pengakuan keluarga dan Dinkes Bali, mereka ada yang tiba di Bali tanggal 30 Maret 2020. Mereka lalu dikarantina di SPN Singaraja. Mereka dipulangkan dari pendidikan di Sukabumi karena kasus (positif Covid-19) banyak di Sukabumi. Pada tanggal 10 April 2020 mereka di rapid test hasil negatif dipulangkan," ujar Wisnu.
"Tanggal 11 Mei 2020 mereka kembali di rapid dan 6 orang tersebut reaktif. Dilakukan swab pertama, hasilnya keluar pada 12 Mei, yang positif hanya tiga orang, saat ini sudah dirawat di Bapelkes Denpasar," ujar Wisnu.
Sementara tiga orang lainnya yang hasilnya negatif, saat ini tengah menjalani karantina di Wisma Bima Tuban, untuk menunggu hasil PCR Swab kedua.
Kegiatan yang telah dilakukan oleh team surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar terhadap hal ini, antara lain, melakukan tracking dan rapid pada keluarga pasien ini yang sempat melakukan kontak erat.
Yakni, keluarga pasien inisial JP sebanyak enam orang, dimana hasil rapid pada keenamnya non reaktif.
Pasien AE, yang keluarganya semua berada di Denpasar sebanyak tiga orang.
Saat dilakukan rapid, satu orang keluarganya hasil rapidnya reaktif.
Hari ini akan menjalani test swab di RSUD Sanjiwani.
"Hari ini kita juga akan melakukan tracking kontak pasien lainnya. Semua keluarga sudah dikoordinasikan untuk karantina mandiri selama 14 hari dan akan dilakukan rapid test ulang pada hari ke 14 kontak (22 Mei 2020)," ujar Wisnu Wijaya. (*)