Ini 4 Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Kepala Ketika Puasa
Banyak orang yang pernah mengalami sakit kepala. Sakit kepala terkadang terjadi pada beberapa orang, ketika berpuasa.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orang yang pernah mengalami sakit kepala.
Biasanya sakit kepala muncul karena seseorang memikirkan banyak hal.
Sakit kepala pun dapat membuat seseorang tidak dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik.
Sakit kepala terkadang terjadi pada beberapa orang, ketika berpuasa.
• Soal dan Jawaban Mengenal Masyarakat Bugis Makassar - Belajar dari Rumah TVRI Kelas 4-6 SD
• Ramalan Zodiak Karier & Keuangan 13 Mei, Taurus Hindari Risiko Finansial, Libra Jangan Ragu-ragu
• Mengapa Chandra harus Membantu Orang Tuanya? Ini Jawaban Materi Kelas 1-3 SD Belajar dari Rumah TVRI
Menurut beberapa penelitian sosial, ada 4 dari 10 orang mengalami sakit kepala ketika berpuasa.
Beberapa orang memilih minum obat sakit kepala, setelah berbuka puasa.
Obat itu dapat meredakan sakit kepala.
Namun sakit kepala sering terjadi ketika berpuasa seharian penuh.
Jika tidak minum obat, nyeri di kepala bisa bertambah parah.
Penjelasan secara medis, nyeri pada kepala atau sakit kepala adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada sebagian atau seluruh kepala.
Sakit kepala terjadi dari batas bawah dari dagu sampai ke daerah belakang kepala (daerah oksipital dan sebagian daerah tengkuk).
Melansir Migraine Trust, sakit kepala atau pusing sering terjadi ketika menahan lapar dan dahaga.
Tetapi beberapa orang tidak sakit kepala ketika menjalankan ibadah puasa.
Dari artikel yang dipublikasikan National Headache Foundation, orang yang sering mengalami sakit kepala, rentan mengalami penyakit sama ketika berpuasa.
Mengutip Health24, Dr Elliot Shevel, dokter ahli sakit kepala menjelaskan penyebab dan cara mengatasi sakit kepala :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jangan-sepelekan-sakit-kepala-ekstrem-itu-tanda-serangan-stroke.jpg)