Takjil Drive-Through Menjawab Rasa Rindu WNI di Canberra Akan Kudapan Khas Ramadhan Indonesia
COVID-19 memberikan pengalaman berbeda pada WNI yang merasakan ramadan di Australia
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, CANBERRA - Dampak pandemi COVID-19 yang juga turut dirasakan di Australia membuat WNI merasakan Ramadan dengan pengalaman yang berbeda.
Rindu akan Ramadan seperti di tanah air yang biasanya dapat terobati dengan kegiatan berkumpul dan berbuka bersama keluarga atau teman tidak dapat dilakukan karena pembatasan sosial (social distancing) yang diberlakukan oleh Pemerintah Australia.
KBRI Canberra bekerja sama dengan Australia-Indonesia Muslim Foundation-ACT (AIMF-ACT) mengadakan kegiatan “Takjil Drive-through" atau pembagian takjil dengan mekanisme layanan tanpa turun untuk meningkatkan kebersamaan para WNI di Canberra saat melaksanakan ibadah puasa.
Kegiatan pembagian takjil dilakukan di KBRI Canberra dengan mekanisme yang umum dilakukan oleh berbagai restoran makanan siap saji.
• Berkenalan dengan Sirtfood, Diet yang Digunakan Adele untuk Menurunkan Berat Badan Lebih dari 50 Kg
• Penyebaran Covid-19 di Bali Dinilai Terkendali, Kemenparekraf Yakin Masih Jadi Daya Tarik Wisatawan
• 5 Cara Mudah Membedakan Daging Sapi dengan Daging Babi, Cermati Warna Hingga Tekstur Dagingnya
Masyarakat dan diaspora Indonesia yang tinggal di Canberra, Australian Capital Territory (ACT) dan sekitarnya yang telah mendaftar datang ke KBRI sesuai dengan jadwal yang ditentukan untuk tetap mematuhi pembatasan keramaian.
Takjil dan makanan berbuka kemudian disampaikan melalui jendela mobil oleh petugas KBRI yang menggunakan masker dan sarung tangan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Kegiatan kali ini memang unik karena tidak seperti kegiatan buka puasa bersama yang biasa dilakukan di KBRI Canberra yang dihadiri oleh ratusan masyarakat dan diaspora Indonesia di Canberra," ujar Duta Besar Indonesia untuk Australia merangkap Vanuatu, Y. Kristiarto S. Legowo melalui keterangan resminya, Rabu (13/5/2020).
Namun di tengah pandemi yang tidak biasa ini, terdapat kebutuhan untuk menciptakan solusi yang tidak biasa juga.
"Semoga masyarakat Indonesia tetap bisa melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan dengan lancar dan tugas kami adalah memastikan negara hadir bagi semua," ungkapnya.
Takjil khas Indonesia berupa kolak pisang dan nasi rendang menjadi menu yang diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat Indonesia di Canberra akan tanah air.
"Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk tetap kuat dan semangat dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan di tengah situasi sulit ini, disertai dengan harapan bahwa pandemi global dapat segera berlalu sehingga dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa," imbuh Kristiarto.(*).