Jangan Sedih Bila Putus Cinta Karena LDR Ditengah Pandemi Virus Corona,Psikolog:Seharusnya Bersyukur
Hubungan jarak jauh ini tentu berbeda dengan hubungan Long Distance Relationship (LDR) laiinnya yang sudah terencana dan disepakati kedua belah pihak
Zoya menganggap bosan adalah hal yang sangat manusiawi.
Namun bukan menjadi indikator seseorang tidak memiliki cinta dan kasih sayang.
"Mungkin kalau kita sampai bosan, bukan karena kita enggak mencintai pasangan kita, tapi enggak punya relasi lain yang sehat," kata Zoya.
Hubungan yang tidak sehat
Hubungan tidak sehat yang dimaksud adalah ketika seseorang benar-benar hanya menjalin hubungan dengan pasangan dan tidak memiliki relasi dengan orang lain, bahkan dirinya sendiri.
"Orang yang sehat harus punya relasi sehat dengan teman-temannya, dengan kegiatan yang membuatnya merasa sebagai individu yang berguna, lalu sama pasangannya. Pasangan itu kan bagian dari hidup dia, bukan seluruhnya," jelas Zoya.
Jika seseorang menjadikan pasangan adalah segalanya, maka di situlah bosan dan jenuh akan tercipta.
Bagaimana tidak, di masa pandemi seperti ini kegiatan kita semakin terbatas, tidak pergi ke kantor, tidak berangkat ke sekolah, dan sebagainya.
"Itu yang membuat orang jadi sumpek dan bosen, karena mereka enggak punya pembagian waktu. Semua buat pasangan, semua buat pasangan, giliran kayak gini nih 24/7 literally," ujar dia.
Satu hal terakhir yang juga ditekankan oleh Zoya, ketika saat ini sudah putus, jangan mudah untuk kembali ke hubungan yang sama setelah pandemi berakhir.
Kembali menjalin asmara boleh saja, tapi pelajari dulu apa yang menjadi masalah pada saat ini.
Dengan begitu, hubungan dengan pasangan akan bisa tetap bertahan ketika suatu hari nanti terdapat hambatan sejenis yang muncul dalam bentuk lain.(*)