Jangan Sedih Bila Putus Cinta Karena LDR Ditengah Pandemi Virus Corona,Psikolog:Seharusnya Bersyukur

Hubungan jarak jauh ini tentu berbeda dengan hubungan Long Distance Relationship (LDR) laiinnya yang sudah terencana dan disepakati kedua belah pihak

Editor: Wema Satya Dinata
www.huffingtonpost.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Sejumlah pasangan kekasih akhirnya harus rela berpisah setelah sekian lama menjalani hubungan jarak jauh akibat pandemi Covid-19.

Mereka tidak bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama seperti biasanya, karena adanya imbauan untuk saling menjaga keselamatan diri dan keluarga dari virus corona, dengan cara tetap tinggal di dalam rumah.

Hubungan jarak jauh ini tentu berbeda dengan hubungan Long Distance Relationship (LDR) laiinnya yang sudah terencana dan disepakati kedua belah pihak.

Krisis kesehatan ini memaksa para pasangan, khususnya yang belum menikah harus terpisah jarak dan berhubungan hanya lewat ponsel saja.

Tak Mahir Nyetir Mobil, Cornelia Agatha Kerap Nabrak Saat Syuting ‘Si Doel’

Korban Meninggal Akibat Covid-19 di Spanyol Meningkat ke Level Tertinggi, 5% Populasi Terpapar Virus

Besok, THR untuk PNS dan Anggota TNI-Polri Cair, untuk Pensiunan Bisa Diambil 17 Mei 2020

Maka dari itu, banyak pasangan yang ternyata gagal mempertahankan hubungan dan memilih untuk berpisah.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Bersyukur jika putus cinta saat corona

Dikutip dari Kompas.com, Psikolog Seksual Zoya Amirin menyebut pasangan yang hubungannya berakhir di tengah belenggu pandemi ini semestinya bersyukur, dan tidak perlu menyalahkan pasangan ataupun diri sendiri.

Putus hubungan ini, beberapa hal yang menjadi alasannya adalah jenuh atau bosan dan lama tidak bisa bertemu secara langsung.

Jika itu benar terjadi pada hubungan Anda, maka itu sudah menjadi pertanda yang jelas bahwa pasangan Anda itu bukanlah orang yang tepat untuk diajak menua bersama.

"Penyebab putus hubungannya kalau enggak ada fisik, itu enggak (tepat) berarti. Nah gimana kalau nikah, pasti ada saja situasi yang membuat kita pisah sama pasangan, apakah itu membuat kita jadi enggak sayang?" tanya Zoya, saat dihubungi Rabu (13/5/2020).

Ia mencontohkan ketika suatu hari nanti, pasangan tenyata harus pergi untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, atau kondisi lain yang memaksa pasangan tinggal berjauhan.

"Apakah kondisi ini kita jadi bosen sama pasangan?" ujar dia.

Asosiasi Perusahaan dan Profesi Media di Indonesia Minta Kebijakan Insentif Ekonomi ke Pemerintah

Slank Rilis Lagu Dampak Covid-19, Bisa Dinikmati Lewat Channel Youtube Ini

Kenali 9 Jenis Diet Terpopuler Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Kemudian, apabila ada alasan jenuh dan bosan yang muncul akibat pola komunikasi yang itu-itu saja melalui gadget, Zoya pun menyebut itu belum seberapa daripada bosannya orang berumah tangga yang jangka waktunya seumur hidup.

"Kalau misal bosen gitu-gitu aja, ya ampun mana ada sih orang enggak bosen. Nikah bakal seumur hidup loh. 'Bosen nih gue, cerai, putus,'. Ya enggak bisa gitu dong," sebut dia.

Zoya menganggap bosan adalah hal yang sangat manusiawi.

 Namun bukan menjadi indikator seseorang tidak memiliki cinta dan kasih sayang.

"Mungkin kalau kita sampai bosan, bukan karena kita enggak mencintai pasangan kita, tapi enggak punya relasi lain yang sehat," kata Zoya.

Hubungan yang tidak sehat

Hubungan tidak sehat yang dimaksud adalah ketika seseorang benar-benar hanya menjalin hubungan dengan pasangan dan tidak memiliki relasi dengan orang lain, bahkan dirinya sendiri.

"Orang yang sehat harus punya relasi sehat dengan teman-temannya, dengan kegiatan yang membuatnya merasa sebagai individu yang berguna, lalu sama pasangannya. Pasangan itu kan bagian dari hidup dia, bukan seluruhnya," jelas Zoya.

Jika seseorang menjadikan pasangan adalah segalanya, maka di situlah bosan dan jenuh akan tercipta.

Bagaimana tidak, di masa pandemi seperti ini kegiatan kita semakin terbatas, tidak pergi ke kantor, tidak berangkat ke sekolah, dan sebagainya.

"Itu yang membuat orang jadi sumpek dan bosen, karena mereka enggak punya pembagian waktu. Semua buat pasangan, semua buat pasangan, giliran kayak gini nih 24/7 literally," ujar dia.

Satu hal terakhir yang juga ditekankan oleh Zoya, ketika saat ini sudah putus, jangan mudah untuk kembali ke hubungan yang sama setelah pandemi berakhir.

Kembali menjalin asmara boleh saja, tapi pelajari dulu apa yang menjadi masalah pada saat ini.

Dengan begitu, hubungan dengan pasangan akan bisa tetap bertahan ketika suatu hari nanti terdapat hambatan sejenis yang muncul dalam bentuk lain.(*)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved