Corona di Indonesia

IPB Buat Covid solver, Aplikasi yang Bisa Bantu Tentukan Kebijakan Terkait Covid-19

Ini adalah aplikasi yang bisa membantu pemecahan atau modeling Covid-19 dengan berdasarkan data.

Editor: Wema Satya Dinata
Pixabay
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Selama masa pandemi Covid-19 ini, tidak sedikit perguruan tinggi di Indonesia yang aktif melakukan penelitian.

Misalnya saja IPB University yang baru-baru ini membuat inovasi aplikasi bernama Covid solver.

Ini adalah aplikasi yang bisa membantu pemecahan atau modeling Covid-19 dengan berdasarkan data.

“Sebelumnya kami telah menyelesaikan kajian modeling dampak Covid-19 terhadap ekonomi baik makro maupun mikro termasuk pangan,” kata Rektor IPB University, Arif Satria dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (16/5/2020).

Kasus Kepemilikan Ganja Seorang WN Inggris di Bandara Ngurah Rai Dilimpahkan ke Kejari Denpasar

Viral di Medsos, Pasutri Ini Bagikan Nasi Bungkus Bahagia Berisi Uang Tunai Rp 1 Juta

Ini Tempat Rukyatul Hilal Penentuan Awal Syawal Termasuk di Bali dan Sidang Isbat Digelar 22 Mei

Kali ini, Covid solver merupakan aplikasi sederhana melalui Microsoft Excell.

 Inovasi Covid solver tersebut digagas oleh  Iman Sugema, dosen IPB University dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) yang juga Kepala Laboratorium Financial and Economics Data Science (The FEDS Lab) IPB University.

“Covid solver yang kami kembangkan ini berupa parameter estimation dan data fitting. Melalui system solver yang dikembangkan akan memudahkan bagi pengambil kebijakan karena sistem ini juga mengintegrasikan social behavior,” kata Iman Sugema.

Ia optimistis terhadap apllikasi apalagi perkembangan sains akan mengarah pada pemanfaatan big data, advanced analytic dan data science.

Melalui ketiga hal tersebut akan memudahkan proses pengambilan keputusan dengan tingkat ketepatan yang tinggi.

“The FEDS Lab akan terus mengembangkan tools dan juga analisis-analisis yang akan memudahkan bagi pengambilan keputusan terutama di bidang Finansial dan Ekonomi dengan berbasis data driven policy, “ jelasnya.

Ia mengungkapkan ada beberapa manfaat software ini.

 Pertama, pemodelan covid solver menggunakan pendekatan model epidemiologi yang dirumuskan dalam aplikasi software.

 Kedua, aplikasi ini bisa digunakan untuk memonitor kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah terkait Covid-19 apakah sudah bisa melandaikan kurva.

Ketiga, aplikasi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan kapan akan dilakulan pelonggaran PSBB.

Yang keempat, aplikasi ini mudah diterapkan sehingga ia klaim setiap pemda bisa memanfaatkan aplikasi tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved