Corona di Bali
Dampak Corona, Penjualan Rumah Menengah Anjlok Sampai 90 Persen
Sektor properti khususnya perumahan terpukul dengan adanya penyebaran pandemi Covid-19, yang berdampak luas pada ekonomi global dan nasional
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – DPD REI Bali bakal melaksanakan musyawarah daerah (musda), pada 18 Mei 2020 di Denpasar.
Beberapa hal dibahas dalam musda ini, termasuk pengukuhan Ketua DPD REI Bali, I Gede Suardita, yang menjabat selama masa jabatan 2020-2023 mendatang.
Agenda lainnya adalah ihwal sidang terkait program kerja dan target REI Bali ke depan.
Gede Suardita, memiliki banyak program yang akan dijalankan selama masa jabatannya.
Satu hal yang ingin ia perjuangkan adalah dukungan perbankan dan pemerintah kepada developer member REI Bali.
Sehingga ke depan, dengan sinergi semua pihak dan kemudahan yang diberikan mampu memberikan rumah layak dengan harga kompetitif bagi masyarakat Bali.
Apalagi memang belakangan, sektor properti khususnya perumahan menurun tajam.
Kian terpukul dengan adanya penyebaran pandemi Covid-19, yang berdampak luas pada ekonomi global dan nasional.
“Permintaan perumahaan untuk klaster menengah ke atas, maupun menengah ke bawah jelas menurun semuanya,” katanya, Minggu (17/5/2020), di Denpasar.
Untuk perumahan klaster menengah ke atas, penurunannya signifikan.
“Bahkan saya pantau tembus 90 persen, dimulai sejak pertengahan Maret sampai sekarang,” sebut Suardita.
Sementara penurunan untuk menengah ke bawah, masih sekitar 50 persenan.
Pangsa perumahan menengah ke bawah, masih ada dan masih mampu membeli rumah.
Penurunan tajam hingga 90 persen adalah penjualan rumah menengah ke atas dengan harga Rp 500 juta ke atas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gede-suardita-saat-rapid-test-di-denpasar-bali-sebelum-musda-dpd-rei-bali-x-2020.jpg)