Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Polsek Ubud Masih Buru Pencuri Ketu di Pura Taman Limut

Hingga saat ini, pihak Polsek Ubud masih belum menemukan pelaku pencurian ketu atau pratima di Pura Taman Limut

Tayang:
Gambar oleh TheDigitalWay dari Pixabay
Foto ilustrasi pencuri 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sudah sepekan lebih, kasus pencurian ketu atau pratima di Pura Taman Limut, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (17/5/2020).

Namun, hingga saat ini, pihak Polsek Ubud masih belum menemukan pelaku.

Diduga hal tersebut lantaran minimnya barang bukti, terlebih lagi di seputaran lokasi aktivitas masyarakat relatif sepi, ditambah lagi saat kejadian kawasan setempat dalam suasana social distancing.

Kapolsek Ubud, AKP Gede Sudyatmaja mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Kisah Kapolsek Sukasada, Hasil Rapid Test Sempat Reaktif

Potong 4 Jarinya & Ngaku di Begal Demi Klaim Asuransi, Sandiwara Ibu di Medan Ini Malah Terbongkar

Ratusan Pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir di Muncan Karangasem Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

“Kami masih melakukan lidik,” ujarnya.

Namun, AKP Sudyatmaja tidak mengungkapkan alasan kasus ini belum bisa dituntaskan pihaknya.

Informasi dihimpun Tribun Bali di Kecamatan Ubud, kasus pencurian pratima ini, memacu kewaspadaan desa adat di Ubud.

Sejak kejadian itu, saat ini hampir sebagian besar desa adat melakukan pakemitan.

Satu diantaranya di Desa Adat Nagi.

“Sejak ada pencurian di Ubud, mulai mekemit di pura kembali diaktifkan,” ujarnya.

Sebelum kejadian ini, desa adat di Kecamatan Ubud, sejak beberapa tahun belakangan ini sempat terlena dengan situasi aman.

Sebab, hampir sekitar enam tahun lebih, tidak terdengar adanya pencurian pratima di pura.

“Kami memang mengimbau desa adat di Ubud, supaya mengaktifkan pakemitan. Sebab dalam situasi pandemi Covid-19 ini, apapun bisa terjadi, mengingat aktivitas masyarakat di Ubud sangat jarang. Bahkan pukul 20.00 Wita, situasi di Ubud sudah sangat sepi, karena toko-toko sudah tutup, dan masyarakat lebih memilih di rumah,” ujar Kapolsek Ubud.

Sebelumnya, sebuah pratima berupa ketu/siwa krana dicuri di Pura Taman Limut.

Diduga pencuri tersebut memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 ini, dalam melakukan aksinya.

Sebab di seutaran pura sepi, dan di dalam pura juga tidak ada pakemitan (orang berjaga).

Atas kasus tersebut, pengempon pura mengalami kerugian ditafsir Rp 25 juta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved