Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

197 Ribu Sopir Terima Bantuan, Ini Kata Presiden Terkait Bansos

100 persen dana masing-masing Rp 600 ribu ke mitra lalu lintas sudah disalurkan dalam bentuk saldo di rekening BRI.

Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Sejumlah sopir mendapatkan pelatihan kerja di sebuah kantor taxi di Jl Imam Bonjol, Denpasar, Selasa (28/4/2020) 

Untuk tahap pertama berakhir hari ini, nanti tahap kedua dilanjutkan pada 2 Juni 2020 mendatang.

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Korlantas Polri telah selesai menjalankan Program Keselamatan 2020 dalam rangka membantu masyarakat, khususnya mitra lalu lintas yang terdampak virus corona.

Dalam pelaksanaanya, program tersebut mengkombinasikan bantuan sosial dan pelatihan keselamatan.

Polri melalui Korlantas sudah menuntaskan tahap pertama dari program tersebut, Senin (18/5/2020).

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan dan pelatihan kepada 197.256 penerima yang berasal dari pengemudi bus, truk, taksi, angkot, ojek konvensional, kernet, bajaj, bemo, kendaraan rental, penarik becak hingga penarik andong.

"Untuk tahap pertama berakhir hari ini, nanti tahap kedua dilanjutkan pada 2 Juni 2020 mendatang,” ujar Istiono di sela-sela penyerahan bantuan di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/5/2020).

Istiono menjelaskan, tahap kedua baru digelar pada 2 Juni dikarenakan Polri masih menggelar Operasi Ketupat 2020 hingga 31 Mei 2020.

Di tahap pertama, 100 persen dana masing-masing Rp 600 ribu ke mitra lalu lintas sudah disalurkan dalam bentuk saldo di rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Uang itu diterima para penerima sebanyak tiga kali.

Untuk tahap pertama, bantuan sudah selesai distribusikan.

Sementara, untuk bantuan tahap kedua dan ketiga langsung ditransfer ke rekening penerima.

"Di tahap pertama ini penyaluran sudah 100 persen, dengan penerima197 ribu lebih. Begitu juga nanti untuk tahap kedua dan ketiga. Harapannya, dengan bantuan ini bisa meringankan beban para sopir angkutan yang terdampak Covid-19,” sambung Istiono.

Selain diberikan bantuan, para sopir juga mendapat pelatihan secara langsung maupun virtual berupa pemahaman keselamatan berlalu lintas hingga kesehatan untuk mencegah Covid-19.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, selain untuk membantu meringankan beban para sopir, Program Keselamatan ini juga bermaksud mendukung kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

Pasalnya, para sopir yang menerima bantuan itu berkomitmen tidak menarik penumpang untuk mudik demi memutus mata rantai Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved