Liputan Khusus
Desa Adat di Bali Garda Terdepan Penanganan Covid-19, Tapi Kena Realokasi Anggaran
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menempatkan desa adat sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menempatkan desa adat sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Hal itu dilakukan dengan adanya instruksi dari Gubernur Bali Wayan Koster yang mewajibkan desa adat untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gotong Royong Penanggulangan Covid-19.
Kini setelah Pemprov Bali mengklaim sebagai daerah terbaik di Indonesia yang menangani Covid-19, desa adat mendapatkan banyak pujian.
Bahkan pujian tersebut langsung datang dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati.
Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Ketut Kartika Jaya Seputra mengatakan, Bali memang memiliki dua desa, yakni desa dinas dan desa adat.
Tanpa bermaksud mengesampingkan kekuatan desa dinas, dirinya menyebutkan ada berbagai keunggulan yang dimiliki oleh desa adat.
Keunggulan tersebut yakni adanya krama dan budaya Bali serta kekuatan orisinalitas lainnya.
Kekuatan inilah yang menjadi basis desa adat yang dipakai untuk penanganan pandemi Covid-19.
"Saya kira tidak ada daerah di Indonesia seperti Bali.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali memaksimalkan peran desa adat untuk penanganan Covid-19," katanya saat dihubungi Tribun Bali, Minggu (17/5) malam.
• Desa Adat di Bali Berjibaku Tangani Covid & Pecalang Jadi Tenaga Relawan Sejati Hingga Dipuji Jokowi
• Panduan Bagi Orangtua Dampingi Anak Selama Belajar dari Rumah TVRI
• Satu Bidan di Puskesmas 4 Densel Positif Corona, 50 Tenaga Medis dan Pegawai Dikarantina
Kartika menyebut, desa adat di Bali menjadi kuat karena bersifat otonom atau bisa mengatur dirinya sendiri.
Hal ini bisa dilihat dari adanya sistem pengamanan tersendiri seperti pecalang.
Sebenarnya, kata Kartika, keunggulan desa adat ini tidak hanya dibuktikan saat adanya pandemi Covid-19.
Tetapi setiap program yang dicanangkan bisa diberdayakan melalui desa adat.
Kini, Pemprov Bali masih sedang berupaya dan menata fundamental desa adat, mulai dari tahap regulasi dan pemberian anggaran langsung di desa adat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/aksi-pecalang-dari-desa-adat-denpasar-melakukan-penjagaan-sekaligus-imbauan-untuk-mencegah-covid-19.jpg)