Umat Muslim di Zona Merah Diimbau Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-Masing

Umat Muslim di Zona Merah Diimbau Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-Masing

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Ketua MUI Buleleng, Haji Abdurrahman Said 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buleleng mengimbau kepada umat muslim yang berada diwilayah zona merah untuk melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 atau virus corona.

Ketua MUI Buleleng, Haji Abdurrahman Said, Senin (18/5) mengatakan, sesuai Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020, kegiatan shalat Idul Fitri secara massal hanya dapat dilaksanakan bagi wilayah yang penyebaran covid-19 masih bisa terkontrol, perkembangan stagnan atau menurun. Di Buleleng sendiri, wilayah yang tergolong masih masuk dalam zona hijau adalah Kecamatan Buleleng dan Gerokgak.

Artinya masyarakat yang ada di dua kecamatan ini masih bisa melaksanakan shalat di masjid atau musholah, namun tetap memperhatikan protokol covid. Seperti cek suhu tubuh sebelum masuk masjid, cuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak, dan tidak bersalaman. Waktu shalat pun kata Said, baiknya hanya dilakukan selama 15 menit. Demikian dengan khotbah, hanya dilakukan selama lima sampai 10 menit.

"Umat muslim yang ada di zona hijau, tetap bisa beribadah di Masjid atau Mushola namun terbatas. Warga dari daerah lain juga tidak boleh masuk. Pecalang, ketua lingkungan dan dewan masjid akan bertugas untuk mengawas. Saat ini kami tidak menggunakan lapangan sebagai lokasi shalat, karena tidak bisa terkontrol. Jadi kami ingin semua masjid digunakan, biar tersebar," kata Said.

Sementara masyarakat asal Kecamatan Tejakula, Sawan, Busungbiu, Banjar, Seririt, Kubutambahan, dan Sukasada yang notabenenya terdapat kasus positif covid-19, diimbau untuk melaksanakan shalat di rumah masing-masing. "Kalau kecamatannya masuk zona merah, shalat di rumah masing-masing," katanya.

Sekda Buleleng yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gede Suyasa mengatakan, pihaknya sudah memberikan informasi kepada MUI Buleleng terkait titik-titik penyebaran covid-19 di Buleleng. Dimana, wilayah yang masih nihil penularan covid adalah Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Gerokgak. Sehingga MUI Buleleng telah menyepakati, hanya dua wilayah ini lah yang masih dapat melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid atau mushola.

"MUI Buleleng sangat memahami bahwa keselamatan umat jauh lebih penting. Kecamatan Gerokgak dan Buleleng masih aman, sehingga masih bisa melakukan ibadah di masjid atau mushola, namun tetap memperhatikan protokol penanganan covid. Warga dari daerah lain tidak boleh ikut ibadah. Contoh, warga Kampung Tinggi ibadah di Masjid di Kampung Tinggi. Warga dari daerah lain tidak boleh ada yang ikut ibadah di masjid itu," jelas Suyasa. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved