Corona di Bali
5 Hari Penerapan PKM di Denpasar, 1.990 Pengendara Diminta Putar Balik
Selama lima hari penerapan PKM dan dilaksanakan penjagaan di perbatasan, sebanyak 1.990 pengensara diminta untuk putar balik.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) telah berjalan selama lima hari.
Sebanyak 8 titik perbatasan Kota Denpasar dijaga dari pukul 07.30 hingga pukul 22.00 Wita.
Selama lima hari penerapan PKM dan dilaksanakan penjagaan di perbatasan, sebanyak 1.990 pengendara diminta untuk putar balik.
Yang diminta putar balik yakni mereka yang tak menggunakan masker, tanpa tujuan jelas dan tak membawa surat keterangan atau surat jalan.
• Setelah Berjalan 5 Hari, Desa Sanur Kauh Jadi yang Pertama Ajukan Pelaksanaan PKM ke Pemkot Denpasar
• Ketersediaan Pangan di Bali Jelang Hari Raya Idul Fitri Dipastikan Aman
• Update Virus Corona di Denpasar: 1 Kasus Positif Covid-19 Akibat Transmisi Lokal, 19 Orang Jadi OTG
Rinciannya yakni pada hari pertama hingga keempat yang tak menggunakan masker 199 orang, sedangkan yang tanpa tujuan jelas dan tak membawa surat yakni 1.543 pengendara.
Sementara itu, pada pelaksanaan kelima shift pertama yakni 25 orang tanpa masker dan 223 tanpa tujuan jelas.
Selain itu, juga dilaksanakan rapid test pada pengendara secara random.
Jumlah yang dirapid test hingga hari kelima yakni 442.
"Hasilnya semua non reaktif," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai yang ditemui di ruangannya, Selasa (19/5/2020) sore.
Ia menambahkan, untuk yang mengikuti rapid test kini pun dilaksanakan secara selektif agar tepat sasaran.
"Rapid test-nya sesuai SOP agar tepat sasaran. Yang dites itu yang dicurigai datang dari daerah zona merah, maupun dari luar bali secara sampling," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-pkm-di-denpasar.jpg)