Ketersediaan Pangan di Bali Jelang Hari Raya Idul Fitri Dipastikan Aman
Namun, lebaran kali ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, umat muslim di Bali sebagian besar tidak pulang ke kampung
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri di Bali, permintaan bahan pangan pokok di pasaran tidak meningkat signifikan.
Hal itu dikarenakan sebagian besar umat muslim di Pulau Dewata mudik ke kampung halaman.
Namun, lebaran kali ini berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, umat muslim di Bali sebagian besar tidak pulang ke kampung halaman karena adanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah.
Kebijakan itu diambil guna mencegah meluasnya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
• Update Virus Corona di Denpasar: 1 Kasus Positif Covid-19 Akibat Transmisi Lokal, 19 Orang Jadi OTG
• Hari Ini Terakhir Diskon 30 Persen di Toko Buku Gramedia Seluruh Indonesia, Belanja via Online
• Berbagi di Bulan Suci Ramadhan, ICMI Bali Bagikan Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu
Di tengah umat muslim Bali yang sebagian besar tidak melaksanakan mudik, permintaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri diprediksi mengalami peningkatan.
Namun situasi tersebut tidak perlu dikhawatirkan, sebab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menjamin ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup.
"Untuk perayaan Idul Fitri ketersediaan bahan pangan pokok dipastikan aman," kata Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan, Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Made Tresna Kumara saat ditemui Tribun Bali di kantornya, Selasa (19/5/2020).
Ketersediaan bahan pokok aman bisa dilihat dari data Kebutuhan Sembako untuk Ketahanan Pangan Daerah.
Melalui data itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali telah menghitung jumlah kebutuhan dan jumlah ketersediaan bahan pangan pokok di Bali.
Pada Mei 2020, jumlah ketersediaan beras di Bali sebanyak 46.026 ton, sedangkan kebutuhannya berada di 35.986 ton sehingga masih tersedia 10.030 ton.
Daging sapi yang ketersediaannya sebanyak 599 ton, jumlah kebutuhan di Bali hanya 43 ton. Maka dari itu, jumlah surplus daging sapi di Pulau Dewata mencapai 556 ton.
Selain sapi, jumlah daging ayam pada Mei 2020 juga mengalami surplus di Bali dan bahkan mencapai 5.280 ton.
Jumlah produksi daging ayam sudah mencapai 8.400 ton, sedangkan kebutuhannya hanya mencapai 3.120 ton.
Telur ayam juga mengalami surplus yang tinggi, yakni sebesar 6.740 ton.
• Pemerintah Arab Saudi Putuskan Lockdown Seluruh Kawasan Negaranya Saat Hari Raya Idul Fitri 2020
• Soal Permintaan Maaf Rina Nose & Andre Taulany, Ruswan Latuconsina : Oh Tidak Segampang Itu
• China Bersumpah, Vaksin Corona Akan Jadi Barang Publik Global
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-bidang-kabid-made-tresna-kumara.jpg)