Corona di Bali

Meski Diminta Pusat, Gubernur Bali Masih Enggan Berikan Masyarakat Hidup Normal

Gubernur Bali, Wayan Koster masih menunda penerapan kehidupan normal yang diinginkan oleh pemerintah pusat

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat sampaikan perkembangan Penanganan COVID-19 di Provinsi Bali, Senin (18/5/2020). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah pusat mendorong Provinsi Bali agar masyarakat bisa hidupnya normal atau aktivitasnya dibuka di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Keinginan pemerintah pusat itu muncul setelah mencermati dinamika dan data penanganan Covid-19 di Pulau Dewata.

Namun, Gubernur Bali, Wayan Koster masih menunda penerapan kehidupan normal yang diinginkan oleh pemerintah pusat tersebut.

Penundaan itu dilakukan karena masih adanya transmisi lokal.

Sebanyak 12 Orang di Bangli Masih Menunggu Hasil Swab

Pekan Keenam Belajar dari Rumah TVRI, Ada Tayangan Si Kumbi dan Program Penguatan Karakter Lainnya

Liverpool Disebut Pantas Menjadi Juara Liga Inggris, Klopp: Ini Musim di Mana Kami Harus Jadi Juara

"Tentu ini tidak bisa kita abaikan," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat konferensi pers melalui virtual di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Senin (18/5/2020) petang.

Menurut Dewa Indra, kebijakan untuk membuka Bali agar masyarakatnya bisa hidup normal seperti sedia kala akan dilakukan jika grafik kasus positif Covid-19 mulai landai atau menurun.

Hanya saja Bali tidak akan langsung dibuka seratus persen, melainkan ada beberapa prioritas tertentu yang akan dibuka.

"Ini tentu sebagai upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19, jangan sampai keinginan yang terlalu cepat untuk hidup normal maka membuahkan hasil yang tidak sesuai harapan," kata dia.

Dewa Indra juga mengklaim, bahwa Gubernur Koster telah mempunyai beberapa skema untuk menormalisasi Bali jika memang penurunan kasus khususnya transmisi lokal sudah mulai landai.

"Semuanya sudah dibahas skema-skema itu, tapi tentu tidak semuanya bisa disampaikan hari ini. Karena hari ini masih fokus dalam pengendalian transmisi lokal," tegasnya.(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved