Polres Buleleng Gerebek Judi Tajen, Bebotoh Berhasil Melarikan Diri

Namun sayangnya, polisi gagal melakukan penangkapan, dengan dalih para bebotoh berhasil melarikan diri saat dilakukan penggerebekan.

Istimewa
Polisi saat menggerebek judi tajen di sebelah selatan BTN Wira Sambangan, Desa Panji. Sayang, saat dilakukan penggerebekan para bebotoh berhasil melarikan diri. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ditengah pandemi covid-19 ini, Polres Buleleng masih menemukan adanya kegiatan judi tajen atau sabung ayam.

Namun sayangnya, polisi gagal melakukan penangkapan, dengan dalih para bebotoh berhasil melarikan diri saat dilakukan penggerebekan.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya dikonfirmasi Selasa (19/5/2020) mengatakan, penggerebekan judi tajen dilakukan pada Senin kemarin, di sebelah selatan BTN Wira Sambangan, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Penggerebekan dipimpin oleh Kanit I Pidana Umum Polres Buleleng, Ipda Kevin Simatupang.

Termasuk Kelompok Terdampak Covid-19, Sopir Bus di Jembrana Dibantu Paket Sembako

Jelang Idul Fitri Harga Daging Ayam di Klungkung Meroket, Harga Komoditi Bumbu Dapur Justru Turun

5 Hari Penerapan PKM di Denpasar, 1.990 Pengendara Diminta Putar Balik

 Sayang, setibanya di TKP, para bebotoh berhasil melarikan diri.

Sehingga polisi hanya berhasil mengamankan lima unit sepeda motor milik para bebotoh yang tertinggal, sangkar ayam, tas tempat ayam aduan, terpal yang digunakan sebagai tempat arena tajen, tali pengikat taji ayam, serta satu ekor bangkai ayam.

 Sejumlah barang bukti itu kini diamankan di Mapolres Buleleng untuk dijadikan bahan penyelidikan.

 “Perkara ini masih dalam proses penyelidikan, karena kegiatan judi tajen ini jelas melanggar ketentuan. Apalagi disaat situasi pandemi covid-19 ini, masyarakat seharusnya melaksanakan sosial distancing.  Kami masih mengumpulkan keterangan warga disekitar TKP, untuk mencari orang yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan tajen tersebut,” kata Iptu Sumarjaya.

Sementara Perbekel Desa Panji, Made Mangku Ariawan membenarkan jika di sebelah selatan BTN Wira Sambangan terdapat tempat judi tajen.

 Ariawan pun mengaku sudah dua kali mencoba untuk menutup tempat judi tajen itu, namun nyatanya masih saja beroperasi, sehingga pihaknya meminta bantuan kepolisian sebagai efek jera.

"Selama covid ini sudah dua kali kami menutup tempat tajen itu, tapi masih saja beropasi. Makanya kami minta bantuan ke polisi. Prinsipnya kami sangat tidak mentolerir. Di Desa Panji juga ada beberapa titik tempat judi tajen dan sudah kami bubarkan. Terkahir yang di dekat BTN Wira Sambangan ini. Mudah-mudahan setelah ditindak oleh Polres tidak ada lagi kegiatan judi tajen," ucap Ariawan. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved