Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Diguyur Hujan dan Gelombang Tinggi Saat Peralihan Musim, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Bali kembali diguyur hujan, angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah Anak Buah kapal mencoba menepikan kapal boat saat gelombang tinggi di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (19/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa hari terakhir, Bali kembali diguyur hujan, baik dalam intensitas ringan maupun deras.

Bahkan, angin kencang dan gelombang laut kembali terjadi di perairan selatan Bali

Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan Bali kembali diguyur hujan, angin kencang dan gelombang laut yang cukup tinggi. 

"Jadi begini, saat ini kan sebenarnya Bali dari sisi musim sudah musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Memang ada beberapa wilayah Bali yang masuk musim kemarau, tapi ada juga wilayah yang belum masuk. Makanya disebut musim peralihan," kata Iman saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2020) pagi.

Selain karena faktor peralihan musim, lanjut Iman, Bali kembali diguyur hujan karena suhu permukaan laut di perairan Bali menghangat, yakni mengapai 26-33 derajat celsius. 

"Artinya dengan hangatnya permukaan laut itu berpotensi membentuk awan-awan hujan," jelasnya

Kemudian, mengapa gelombang laut di perairan Bali meninggi?

Menurut Iman, ini karena ada juga faktor tekanan udara di perairan Bali sangat rendah, atau fenomena siklon tropis ampon, sehingga menyebabkan angin dengan tekanan udara tinggi di daerah lainnya menekan ke arah perairan Bali.

"Siklon ampon itu posisinya ada di barat laut pulau Sumatera daerah Banglades itu. Nah itu semua, yang namanya siklon itu pasti dia tekanan udaranya sangat rendah sehingga akan menarik semua angin yang tekanannya lebih tinggi dari siklon tersebut termasuk juga efeknya ke Bali. Sehingga angin yang dari arah tenggara, dari Australi, bali, nusa tenggqrq, jawa kan mengarah kesana semua," kata Iman. 

lman menjelaskan, semakin tinggi tekanan udara tersebut, menimbulkan kecepatan angin juga semakin tinggi.

Karena angin akan mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

"Sehingga otomatis dengan kencangnya angin ini, akan menyebabkan gelombang tinggi karena gelombang tinggi ini disebabkan karena tiupan angin," ujarnya

Ia mengungkapkan, kecepatan angin di perairan Bali memang lebih kencang dari biasanya.

Dalam situasi normal, gelombang yang biasanya di Bali itu 13-15 not.

Sedangkan, beberapa hari kemarin sampai 23 not atau sampai 40km/jam

"Ini menimbulkan gelombang tinggi, mulai dari 1,5 sampai 4 meter perairan daerah selatan Bali. Kemudian perairan Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok di bagian selatannya itu mencapai 3,5 meter," ungkapnya.

Sedangkan, di Samudera Hindia bagian selatann tinggi gelombangnya mencapai 4 meter.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved