Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Wagub Bali Ungkap Alasan Proyek Bypass Difokuskan di Jimbaran, Bukan Canggu

Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, membeberkan alasan strategis di balik keputusan pemerintah yang memfokuskan pembangunan jalan bypass

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
BYPASS - Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta. Ia memberikan keterangan terkait proyek bypass yang akan difokuskan di Jimbaran. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, membeberkan alasan strategis di balik keputusan pemerintah yang memfokuskan pembangunan jalan bypass di kawasan Jimbaran ketimbang di Canggu, Kabupaten Badung. 

Menurutnya, wilayah Canggu sudah tidak memiliki ruang yang memadai untuk melakukan pelebaran jalan darat akibat kendala geografis dan keberadaan tempat suci yang tidak dapat dipindahkan.

Giri Prasta mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya dulu, upaya mengurai kemacetan di Canggu baru bisa menyentuh pembangunan satu jalur pintas (shortcut), itu pun hasilnya belum mampu berjalan secara optimal.

Baca juga: WAGUB Giri Prasta Tegaskan UMKM Bali Penopang Utama Ekonomi Kerthi Bali, Gelar Akad Massal di Unud

"Kalau Canggu itu sudah tidak akan bisa melakukan pelebaran jalan lagi. Itu satu. Karena apa? Dari saya menjabat itu kan hanya baru satu saya bisa menyelesaikan shortcut, dan itu pun tidak bisa secara optimal. Karena badan jalan sudah seperti itu, dan tidak mungkin kita melebarkan karena, mohon maaf, ini ada tempat peribadahan umat Hindu. Kerajaan Majapahit tidak mau dipindahkan," ujar Giri Prasta ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin 18 Mei 2026. 

Menyikapi kebuntuan perluasan jalur darat di Canggu, Giri Prasta menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung harus bersinergi menemukan jalan keluar.

Baca juga: SAH Pimpin KONI Bali, Giri Prasta Langsung Geber Insan Olahraga Bali Untuk Juara

Ia menekankan bahwa solusi utama untuk mengatasi kemacetan parah menuju Canggu adalah dengan merealisasikan proyek taxi laut.

Melalui taxi laut ini, wisatawan maupun masyarakat yang datang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bisa langsung mengakses Canggu tanpa harus melewati jalur darat yang kerap dikepung kemacetan.

"Maka pemerintah harus berpikir sekarang ini, baik itu Pemerintah Provinsi Bali maupun Kabupaten Badung, semua masalah tidak bisa kita selesaikan sendiri. Tetapi semua masalah ada solusinya."

Baca juga: WAGUB Giri Prasta Sah Pimpin KONI Bali, Langsung Geber Insan Olahraga Bali untuk Juara

"Maka, taxi laut harus sudah dicanangkan, dan untuk dilakukan. Sehingga masyarakat yang ke Canggu, yang dari Bandara Ngurah Rai ini, mereka akan langsung ke Canggu tidak lagi ke jalan darat. Dan setiap kawasan beberapa titik ini, itu akan ada yang dimaksud dengan stopover," bebernya.

Lebih lanjut, mantan Bupati Badung dua periode ini memaparkan bahwa proyek penataan di pesisir barat Badung sebenarnya sudah diputuskan oleh pemerintah pusat sejak tahun 2024 lalu dan terus berjalan hingga tahun 2025 ini.

Proyek pengerjaan tersebut diserahkan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida untuk melakukan pelebaran sempadan pantai.

"Dari 2024 kemarin, 2025 ini, itu sebenarnya sudah diputuskan oleh pemerintah pusat waktu saya masih jadi Bupati di Badung, yang dilaksanakan oleh Bali Sungai Bali Penida untuk pelebaran daripada sempadan pantai. Dan itu sudah diizinkan 120 meter dari permukaan laut," paparnya. 

Pemerintah juga berencana memanfaatkan pasir putih yang berada di dekat palung laut sekitar kawasan Kuta, Seminyak, dan Legian untuk menguruk dan memperluas sempadan pantai menggunakan kapal tongkang.

Langkah ini diambil sekaligus untuk mengatasi masalah abrasi akibat cuaca ekstrem dan karakteristik ombak di Pantai Kuta.

"Nah kebetulan, pasir putih yang ada di Kuta ini Kuta, Seminyak, Legian ini itu tidak jauh ada di dekat palung laut. Kapal tongkang nanti akan ada di situ, ditarik lagi akan dibawa ke darat sebagai sempadan pantai," tambahnya.

Sebagai bagian dari proyek jangka panjang ini, pemerintah juga akan membangun beberapa titik stopoveryang berfungsi ganda sebagai infrastruktur pemecah ombak guna melindungi pesisir dari hantaman langsung gelombang laut. (*)

 

 

Berita lainnya di Pemprov Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved