Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Selama Pelaksanaan PSBB Diprediksi Ada 400.000 Kasus Kehamilan Tak Direncanakan di Indonesia

Lonjakan angka kelahiran itu dampak PSBB yang diterapkan yang memaksa warga untuk tetap di rumah.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
istock
Ilustrasi Kehamilan 

TRIBUN-BALI.COM - Selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), diprediksi akan terjadi 400.000 kasus kehamilan tidak direncanakan di Indonesia.

Lonjakan angka kelahiran itu dampak PSBB yang diterapkan yang memaksa warga untuk tetap di rumah.

Di mana kebijakan itu diterapkan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Dilansir dari Kompas.com, Kantor berita AFP memprediksi terjadinya "baby boom" setelah pandemi Covid-19 berakhir di Indonesia.

Strategi Pikat Wisman Australia agar Memilih Bali untuk Berlibur Pasca Pandemi Corona

Trump Salahkan China atas Pembunuhan Massal Akibat Pandemi Covid-19

8 Tanaman Obat Mudah Ditanam di Rumah, Bisa Ditanam Sendiri di Halaman atau Dalam Rumah

Media berbasis di Perancis itu juga menyoroti potensi lonjakan angka kelahiran di Indonesia.

AFP mewartakan, akan ada hingga 400.000 kehamilan yang tidak direncanakan selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Pemberitaan AFP pada Selasa (19/5/2020) bersumber dari pernyataan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN).

Diberitakan klinik kesehatan kecil telah ditutup sementara, sedangkan dokter dan bidan membatasi jumlah kunjungan pasien selama lockdown parsial, istilah yang dipakai AFP untuk menyebut PSBB.

Akibatnya, orang Indonesia kesulitan mengakses alat kontrasepsi.

AFP lalu mengutip pernyataan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, yang mengungkapkan penurunan penggunaan alat kontrasepsi.

"BKKBN mencatat penurunan penggunaan alat kontrasepsi dan hal-hal itu kan wajar karena stay at home, mereka juga tidak datang karena physical distancing, kemudian klinik-klinik juga banyak yang tutup, karena memang dia ada yang tidak bersiap di masa pandemi ini, kemudian dia takut melayani," demikian pernyataan lengkap Hasto kepada Kompas.com Sabtu (9/5/2020).

Media yang didirikan sejak 1835 itu kemudian mengutip BKKBN yang memperkirakan akan ada 420.000 bayi lahir pada awal tahun depan di Indonesia.

Prediksi ini didasarkan pada estimasi penurunan penggunaan alat kontrasepsi hingga 10 persen, sementara jumlah pengguna kontrasepsi di seluruh Indonesia ada di kisaran 28 juta orang.

"Kalau sekarang yang KB pakai alat kontrasepsi itu 28 juta pasangan, kalau menurun 10 persen saja itu berarti ada 2,8 juta yang biasanya pakai sekarang tidak pakai," terang Hasto.

Ada Fitur Keamanan Terbaru, Ini Daftar Ponsel Xiaomi yang Kebagian MIUI 12 Mulai Bulan Depan

Ramalan Zodiak 21 Mei 2020: Hari Keberuntungan Libra, Kesehatan Scorpio Dalam Kondisi Terbaik

WIKI BALI - 5 Prodi di Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar

"Kemudian 2,8 juta itu, yang hamil kan 15 persen (berdasarkan rumus yang dipakai), sekitar 420 orang. Itu sangat signifikan, karena di Indonesia jumlah persalinan kan setahun 4,8 juta rata-rata. Kalau naik 420.000 saja selama 3 bulan, kan sudah lumayan," lanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved