Corona di Indonesia
Virus Corona Belum Hilang dari Indonesia, Wapres Maruf Amin: Kami Pemerintah Mohon Maaf
Menurutnya, memutus mata rantai penularan virus corona di Indonesia bukanlah hal yang mudah.
TRIBUN-BALI.COM - "Kami pemerintah mohon maaf karena memang bahaya belum hilang."
Itulah kata-kata Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat mengadakan siaran pers resmi Sekretariat Wakil Presiden, Kamis 12 Mei 2020 kemarin.
Ia menyampaikan permintaan maaf pemerintah kepada masyarakat karena belum mampu memutus mata rantai penularan virus corona di Indonesia.
"Bahaya corona ini belum hilang," imbuh Ma'ruf.
Menurutnya, memutus mata rantai penularan virus corona di Indonesia bukanlah hal yang mudah.
Mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar.
Menurut Maruf, pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia lebih sulit dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya yang jumlah penduduknya lebih sedikit.
Selain itu, ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga turut mempersulit pemutusan mata rantai penularan Covid-19.
Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengakui masih banyak masyarakat yang tak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Masih banyak pula warga yang tidak disiplin dalam menjaga jarak fisik saat berkomunikasi.
Kendati demikian, Ma'ruf mengatakan saat ini penambahan kasus harian pasien positif Covid-19 mulai menunjukkan tren penurunan.
Karena itu, Ma'ruf meminta masyarakat bersabar dan melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah agar tak menambah jumlah kasus harian yang trennya, menurut dia, kian menurun.
"Pemerintah meminta supaya masyarakat dalam merayakan Idul Fitru dilakukan di rumah."
"Tidak di masjid atau di lapangan terbuka."
"Karena situasi keadaan negara kita masih menghadapi bahaya Covid-19," lanjut dia.