Tidur Nyenyak dan Rutin Olahraga Efektif Bantu Anak Jadi Tumbuh Lebih Tinggi
Berdasarkan riset yang dilakukan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), sebanyak 6,3 juta dari dari 23 juta balita di Indonesia
TRIBUN-BALI.COM - Stunting atau perawakan pendek masih menjadi salah satu ancaman yang paling dikhawatirkan para orang tua terkait tumbuh kembang anak.
Di Indonesia sendiri, angka penderita stunting masih cukup tinggi.
Berdasarkan riset yang dilakukan Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), sebanyak 6,3 juta dari dari 23 juta balita di Indonesia mengalami stunting.
Kabar baiknya, stunting merupakan kelainan yang dapat dicegah.
• Benarkah Makan Durian Bisa Bikin Mabuk? Ini Penjelasan Ahli
• Maruf Amin Pesan ke Anak Muda Taati Imbauan Pemerintah dan Jangan Sepelekan Virus Corona
• Pengaliran Air PDAM di 12 Wilayah di Denpasar Akan Alami Gangguan Besok, Ini Penyebabnya
Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Damayanti Sjarif, SpA(K) menjelaskan, pencegahan stunting dapat dimulai dari periode emas pertumbuhan anak.
Periode emas tersebut dimulai pada 1.000 hari pertama kehidupan anak atau sejak anak masih dalam dalam kandungan hingga memasuki usia dua tahun.
Adapun beberapa cara pencegahan stunting yang dapat dilakukan, yakni dengan memastikan anak tidur nyenyak setiap malam hingga mengajak anak berolahraga secara rutin hingga.
Kedua aktivitas itu penting karena menurut riset, tidur nyenyak dan olahraga dapat merangsang pelepasan hormon pertumbuhan anak.
Salah satu fungsi hormon pertumbuhan adalah untuk merangsang pertumbuhan anak, termasuk tinggi tubuhnya.
Beberapa faktor lain yang juga merangsang pertumbuhan anak, yakni faktor genetik, nutrisi, dan kesehatan anak.
Pentingnya tidur nyenyak Berbicara hormon pertumbuhan, sebenarnya hormon tersebut sudah otomatis dihasilkan kelenjar dalam otak, yaitu kelenjar pituitari atau hipofisis.
Menariknya, hormon pertumbuhan anak biasanya lebih banyak diproduksi pada malam hari, dibandingkan siang hari.
Melansir laman Verywell Family, hormon pertumbuhan dikeluarkan pada malam hari, terutama saat anak tidur nyenyak.
Kualitas tidur malam yang baik, akan berdampak pada kemampuan kognitif dan pertumbuhan anak kelak
• Cegah PHK Karyawan, Pemprov Bali Siapkan Anggaran Rp 43 Miliar Lebih untuk Stimulus 4.004 Koperasi
• Pesawat Jatuh di Pakistan Tewaskan 97 Orang, Sang Pilot Kini Diselidiki
• Ramalan Zodiak Cinta 25-31 Mei, Libra Buatlah Keputusan yang Jujur, Bagaimana dengan Zodiakmu ?
Sebaliknya, jika tidur anak sering terganggu, pertumbuhan anak mungkin tidak terjadi secara normal karena tidak ada lonjakan pelepasan hormon pertumbuhan.