Penemuan Palinggih

Setiap Tengah Malam Danendra Kunjungi Lokasi Temuan Palinggih di Klungkung

Palinggih dengan Arsitektur Klasik Ditemukan di Klungkung. Sebelum ditemukan Danendra kunjungi lokasi setiap tengah malam

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Sebuah palinggih dengan arsitektur klasik ditemukan utuh, setelah tertimbun bertahun-tahun di wilayah Subak Pegatepan,Tempek Pemedilan, Desa Kamasan, Selasa (26/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebuah palinggih dengan arsitektur klasik ditemukan di wilayah Subak Pegatepan,Tempek Pemedilan, Desa Kamasan, Klungkung, Bali.

Sebelum ditemukan, Klian Pura Puseh Katyagan, Ida Bagus Danendra mengaku setiap tengah malam mengunjungi lokasi tersebut seorang diri.

"Kalau pawisiknya, berupa kayakinan bahwa ada palinggih terkubur disana. Saya sering seorang diri saat tengah malam ke lokasi ini, ketika palinggih belum ditemukan," ungkap Danendra.

Saat tengah malam itu, ia berdoa dan berharap palinggih yang dicarinya berdasarkan petunjuk para tetua bisa ditemukan.

Insiden Kampung Jawa, DPD RI Desak Pemkot Sempurnakan Regulasi PKM Kota Denpasar

Empat Makanan Pemicu Timbulnya Jerawat yang Harus Dihindari

Prioritas Pekerja Pariwisata, Rencananya Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Hari Ini

"Astungkara, tepat saat tilem (22/5/2020) palinggih ini berhasil kami temukan setelah penggalian selama beberapa minggu," ujarnya.

Pertama ditemukan ujung palinggih, dikedalaman sekitar 1,5 meter.

Lalu terus digali, sampai semua pelinggih ditemukan di kedalam sekitar 4 meter.

Palinggih berarsitektur lawas itu masih tampak utuh, walau sempat tertimbun material dari erupsi gunung Agung.

Dari bentuknya, Danendra memperkirakan palinggih itu dibangun ditahun 1930-an

"Pasca erupsi gunung agung tahun 1963 aliran sungai ini dan petirtaan disini hilang," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved