Dapat Asimilasi COVID-19, Rudolf "Didor" Karena Nekat Maling Lagi

Rudolf Dule Roba (40) asal NTT berjalan terpincang-pincang saat digiring ke halaman Mapolres Klungkung

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Rudolf Dule Roba (40) dan rekannya, Made Mindra ketika dimamankan Satreksim Polres Klungkung karena kasus pencurian. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Rudolf Dule Roba (40) asal NTT berjalan terpincang-pincang saat digiring ke halaman Mapolres Klungkung, Selasa (26/5/2020).

Kaki kirinya harus ditembak dengan timah panas, karena berusaha kabur dan melawan polisi saat akan diamankan.

Rudolf dan rekannya, Made Mindra asal Desa Tanglad Nusa Penida ditangkap karena sempat mencuri kain di sebuah toko di Jalan Flamboyan, Semarapura.

" Saya saat itu tidak punya uang, jadi mencuri," ujar Rudolf dengan kaki kiri yang masih terperban.

Rudolf melakukan aksinya bersama Made Mindra saat hendak menengok rekannya yang ditahan di Rutan Klungkung.

Saat melintas di Jalan Flamboyan, ia melihat toko busana dan kembali terlintas niatnya untuk mencuri.

Dalam melakukan aksinya, mereka berpura-pura kenal dengan pemilik toko. Lalu meminta dan membawa kain sebanyak 100 lembar, dengan nilai sekitar Rp 400 juta.

"Setelah mandapat laporan, kami lakukan identifikasi. Dari hasil penyelidikan, seorang pelaku (Rudolf) merupakan tahanan yang baru mendapat asimilasi karena COVID-19," tegas Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan.

Sat Reskrim Polres Klungkung pun bekerjasama dengan Resmob Polda Bali untuk melakukan penangkapan terdahap kedua pelaku.

Senin (18/5/2020), Rudolf ditanggap di kamar kostnya di Gang Pupid, Jalan Pulau Serangan, Denpasar, Badung.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved