Putu Wahyu Girang Beli Emas dan Menabung Dapat Hadiah Sepeda Motor
“Saya sejak 2016 sudah nabung emas, awalnya di Lombok beli emas batangan 40 gram dan di Bali ikut Tabungan Emas,” katanya di Denpasar
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Pengundian secara online, dihadapan pejabat berwenang dan terakit sesuai izin iklan/promosi undian gratis berhadiah (UGB) dari Kemensos No.537/DYS-PSDBS.PI.5/05/2020.
“Pegadaian telah mengadakan lelang secara online pada 9 Mei 2020,” imbuhnya.
Lanjutnya, semua nasabah berhak ikut undian ini walaupun ia hanya membeli satu gram emas saja di Pegadaian.
Al Manfaluthy, Kepala Departemen (Kadep) Bisnis Support, menyebutkan jumlah nasabah seluruh Indonesia saat ini 14,27 juta.
Sedangkan se-Kanwil VII Denpasar mencapai 1,5 juta nasabah. Outstanding loan (OSL) per Mei 2020, mencapai Rp 5,501 triliun di Kanwil VII Denpasar.
“Ini hebatnya, target setahun Rp 5,419 triliun sudah dicapai pada 31 Maret 2020. Target setahun saja sudah dicapai di triwulan pertama 2020, jadi kami membuat target baru Rp 6 triliun sampai akhir tahun ini,” sebutnya.
Animo nasabah, kata dia, sangat kuat apalagi era sekarang emas sudah mendekati limit satu juta per gram. Dan ini harga emas yang cukup tinggi.
“Saya dulu masuk Pegadaian tahun 1985 harga emas per gram hanya Rp 23 ribu, sekarang sudah Rp 900 ribuan,” katanya.
Belakangan ini, nasabah yang menggadai dan menjual emasnya tidak terlalu banyak. Sebab harga emas diprediksi akan naik, sehingga banyak nasabah yang menahan emasnya.
“Keunggulan investasi emas juga nilainya terus naik. Untuk investasi jangka panjang sangat bagus,” imbuhnya.
Ia pun berharap ke depan masyarakat kian sadar, bahwa investasi emas sangat bagus dan menjanjikan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/putu-wahyu-saat-menerima-hadiah.jpg)