Breaking News:

Sejak Pandemi, BTA Hadirkan Program Trading Online bagi Masyarakat yang Ingin Belajar Investasi

Bali Traders Academy (BTA) yang berada di bawah naungan dari PT Monex ini, sejak beberapa tahun lalu rutin menghadirkan kelas reguler dengan kouta

Tangkap layar
Program Online Trading Bali Trade Academy yang memanfaatkan aplikasi Zoom 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bali Traders Academy (BTA) yang berada di bawah naungan dari PT Monex ini, sejak beberapa tahun lalu rutin menghadirkan kelas reguler dengan kouta pertemuan sebanyak tiga kali.

Pada pertemuan pertama, peserta akan diwawancara untuk mengetahui sudah seberapa dalam pengetahuan perserta, register akun simulasi, pengenalan aplikasi treding dan dilanjutkan dengan pengenalan Forex.

Pada pertemuan kedua, peserta akan diajak untuk menganalisis teknikal dasar, pengenalan Candlestick, level support dan resistance dan juga analisis fundamental (Berita Ekonomi).

Selanjutnya di pertemuan ketiga akan dilanjutkan mengenai pengenalan EA (Auto Trade) dan juga copy trade otomatis.

Adapun usia rata-rata yang mengikuti kelas ini mulai dari usia 21 tahun ke atas.

Ini Sederet Drakor Kim Go Eun yang Memiliki Rating Tinggi, Goblin hingga The King: Eternal Monarch

Mulai Hari Ini, TNI dan Polri Berada di Titik Keramaian untuk Disiplinkan Masyarakat   

Dalam Situasi Pandemi Covid-19, DPRD Denpasar Tetap Bahas Ranperda Penyertaan Modal di PT Jamkrida

Sejak tanggal 15 Maret 2020, BTA menghadirkan program online trading mengingat adanya pandemi virus corona.

Co Founder Bali Trade Academy, Hans Andre Martinus Supit ketika dihubungi Tribun Bali menyebutkan bahwa program Online Trading ini memanfaatkan aplikasi Zoom, serta ada juga mini class dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp dan juga Group Class dengan aplikasi Telegram.

"Untuk kelas offline atau pertemuan tatap muka masih juga berjalan di kantor. Namun, tetap sesuai dengan protokol kesehatan sekarang dengan peserta dibatasi," ujarnya.

Menurutnya, meskipun kondisi seperti saat ini, masih banyak juga peserta yang
lebih tertarik untuk belajar dengan bertemu tatap muka.

Organisasi Kesehatan Dunia Ingatkan Negara-negara yang Alami Penurunan Covid-19 Soal Puncak Kedua

Pasien di RSJ Bangli Meningkat Semenjak Pandemi Covid-19, Ini Penjelasan Direktur Rumah Sakit 

Kisah Pegulat Cantik Jepang Berdarah Indonesia Hana Kimura, Meninggal Usia Muda dengan Cara Tragis

"Untuk kelasnya sekarang ada yang berbayar juga, nanti akan materi yang lebih lengkap sampai langsung terjun trading. Setelah ikut kelas, nanti juga akan masuk kedalam group sehingga bisa sharing kalau ada kendala atau pertanyaan. Selain, itu juga bisa mendapatkan signal trading untuk akun live dan undangan VIP untuk seminar seminar yang rutin dilakukan," terangnya.

Tambahnya, semenjak bulan Maret sendiri, justru kelas program Online Trading menjadi semakin banyak karena
peserta yang tidak terbatas dan tidak hanya berasal dari seputaran Bali, namun, berasal dari Jakarta, Solo, Surabaya dan masih banyak daerah lainnya.

"Untuk kelas yang gratis, biasanya durasinya 40 menit lalu dilanjutkan ke group telegram. Untuk kelas yang berbayar di Zoom itu, 1 sesi durasinya sekitar 2 jam dan untuk kelas offline juga berbayar juga sama, 1 sesi itu durasinya 2 jam," jelasnya pada Selasa (26/5/2020).

Ia menjelaskan bahwa Ia serta Co Founder BTA lainnya, Steve Kandio, memiliki target untuk bisa segera membuka kantornya sendiri di area Gatsu Timur sehingga ke depannya pihaknya bisa lebih fokus untuk menjadi Akademi Trader Indonesia yang legal. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved