Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Mengendalikan Hasrat Belanja Online Selama di Rumah Aja

Peningkatan belanja online masyarakat ternyata bukan hanya karena adanya imbauan untuk tidak keluar rumah, tapi juga karena banyak orang merasa bosan

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Gambar oleh Mediamodifier dari Pixabay
Foto ilustrasi belanja online 

 - Hati-hati dengan tawaran cicilan atau “bayar nanti”

Bila kita baru kehilangan pekerjaan atau menghadapi ketidakpastian di tempat kerja, jauhi fasilitas cicilan atau pun “membayar nanti” yang menggoda kita untuk terus belanja.

“Mungkin tawaran itu tanpa bunga, tetapi tetap ada biaya-biaya dan denda jika kita tidak bayar tepat waktu,” kata Holford.

- Kenali pemicunya dan buat rencana

 Jika kita punya riwayat hobi belanja, cobalah untuk mengenali apa yang jadi pemicunya dan pikirkan konsekuensinya.

“Jika kamu sedang mengalami hari yang buruk, anak susah makan, atau baru dimarahi bos, mungkin kamu merasa berhak untuk belanja online selama 30 menit dan menganggap itu sebagai hadiah. Tapi, konsekuensinya mungkin kamu mengeluarkan uang satu juta,” katanya.

Bila pemicu dorongan belanja itu sudah dikenali, seharusnya lebih mudah bagi kita untuk menemukan cara alternatif menenangkan diri.

 Misalnya saja menonton acara tv favorit atau mungkin menelepon sahabat.

 Di masa yang penuh tekanan seperti sekarang, latihlah kesadaran diri dengan mengenali apa yang kita alami dan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

- Tunda dulu

Saat kita tergoda oleh piyama cantik berwarna pastel atau sneaker keluaran terbaru, coba tunda dulu keinginan untuk langsung membayar.

Endapkan setidaknya satu minggu. Jika selama masa tunda itu kita sudah tak tertarik lagi, barang-barang tersebut hanyalah keinginan yang masih bisa dibeli di kemudian hari jika kondisi keuangan lebih stabil.

- Bijak mengeluarkan uang

Ketika semua hal itu sudah dilakukan dan dorongan untuk belanja tetap ada, cobalah untuk mengeluarkan uang dengan penuh kesadaran dan juga berbagi kebaikan.

Misalnya dengan membeli produk milik teman atau produk lokal, sehingga uang yang kita belanjakan setidaknya bermakna.(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved