Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Mengendalikan Hasrat Belanja Online Selama di Rumah Aja

Peningkatan belanja online masyarakat ternyata bukan hanya karena adanya imbauan untuk tidak keluar rumah, tapi juga karena banyak orang merasa bosan

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Gambar oleh Mediamodifier dari Pixabay
Foto ilustrasi belanja online 

TRIBUN-BALI.COM - Apakah di rumah aja membuat kebiasaan belanja online kamu jadi sulit dikontrol? Kamu tidak sendirian.

Menurut data Asosiasi e-Commerce Indonesia, sebagian besar marketplace di Indonesia mengalami kenaikan, terutama untuk pembelian barang kebutuhan pokok dan produk kesehatan.

Peningkatan belanja online masyarakat ternyata bukan hanya karena adanya imbauan untuk tidak keluar rumah, tapi juga karena banyak orang merasa bosan dan cemas selama karantina.

Menurut Josette Freeman, koordinator program SMART Recovery, program yang membantu orang dengan masalah kecanduan, belanja adalah cara yang umum dilakukan orang untuk menghadapi kecemasan.

AHY Sebut New Normal Bukan Berarti Keadaan Telah Pulih, Ingatkan Virus Corona Masih Mengancam

Bejo dan Garda Terdepan Indonesia Ajak masyarakat Tebar semangat Lawan Covid-19,Luncurkan Produk Ini

LLDikti VIII Gelar Rapat Bersama 18 PTS, Sepakat Canangkan Protokol Kesehatan ‘Bali Era Baru’

“Mayoritas orang butuh keteraturan dalam hidupnya, tetapi sekarang keteraturan itu tak ada lagi dan masa depan serba tidak pasti. Hal itu sangat menggoncang bagi banyak orang,” kata Freeman.

Berbelanja merupakan kegiatan yang memberi kesenangan jangka pendek dan menenangkan.

Namun, ada dampak jangka panjangnya jika sebenarnya dana kita terbatas

Konsultan keuangan Kylie Holford mengatakan, saat ini kita harus lebih bijaksana dalam mengeluarkan uang karena kondisi ekonomi yang tidak pasti.

“Tanpa bermaksud mendramatisir, tapi dalam 6 bulan ke depan kita mungkin belum bisa kembali ke masa sebelum pandemi,” kata Holford.

Kondisi ekonomi butuh waktu cukup lama untuk kembali normal, sehingga kita harus berhati-hati dengan dorongan untuk hidup hanya untuk saat ini, termasuk saat melihat situs belanja online ketika sedang bosan.

 Holford memberikan tips apa saja yang bisa kita lakukan untuk menekan hasrat belanja dan cermat menyiapkan masa depan:

 - Buat anggaran

Bila kita ingin mengendalikan keinginan belanja atau minimal berbelanja secara sadar, mulailah membuat anggaran.

Dewan Badung Desak Alokasi Dana Refocusing Senilai Rp 274 Miliar Segera Dicairkan

3 Penganiaya Ahmad Sidik Dituntut Berbeda, Telah Berdamai, Mohon Keringanan Hukuman

18 Hari Sejak Penerbangan Komersil Dibuka, Bandara Ngurah Rai Layani 3.750 Penumpang Domestik

 “Memang itu terdengar membosankan, tetapi membuat anggaran adalah hal yang tepat dilakukan jika kita di rumah saja,” kata Holford

Dengan membuat anggaran kita akan tahu berapa uang yang saat ini kita pegang, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keingnan, serta berapa anggaran sisa yang bisa kita pakai untuk belanja di luar kebutuhan pokok.

 - Hati-hati dengan tawaran cicilan atau “bayar nanti”

Bila kita baru kehilangan pekerjaan atau menghadapi ketidakpastian di tempat kerja, jauhi fasilitas cicilan atau pun “membayar nanti” yang menggoda kita untuk terus belanja.

“Mungkin tawaran itu tanpa bunga, tetapi tetap ada biaya-biaya dan denda jika kita tidak bayar tepat waktu,” kata Holford.

- Kenali pemicunya dan buat rencana

 Jika kita punya riwayat hobi belanja, cobalah untuk mengenali apa yang jadi pemicunya dan pikirkan konsekuensinya.

“Jika kamu sedang mengalami hari yang buruk, anak susah makan, atau baru dimarahi bos, mungkin kamu merasa berhak untuk belanja online selama 30 menit dan menganggap itu sebagai hadiah. Tapi, konsekuensinya mungkin kamu mengeluarkan uang satu juta,” katanya.

Bila pemicu dorongan belanja itu sudah dikenali, seharusnya lebih mudah bagi kita untuk menemukan cara alternatif menenangkan diri.

 Misalnya saja menonton acara tv favorit atau mungkin menelepon sahabat.

 Di masa yang penuh tekanan seperti sekarang, latihlah kesadaran diri dengan mengenali apa yang kita alami dan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

- Tunda dulu

Saat kita tergoda oleh piyama cantik berwarna pastel atau sneaker keluaran terbaru, coba tunda dulu keinginan untuk langsung membayar.

Endapkan setidaknya satu minggu. Jika selama masa tunda itu kita sudah tak tertarik lagi, barang-barang tersebut hanyalah keinginan yang masih bisa dibeli di kemudian hari jika kondisi keuangan lebih stabil.

- Bijak mengeluarkan uang

Ketika semua hal itu sudah dilakukan dan dorongan untuk belanja tetap ada, cobalah untuk mengeluarkan uang dengan penuh kesadaran dan juga berbagi kebaikan.

Misalnya dengan membeli produk milik teman atau produk lokal, sehingga uang yang kita belanjakan setidaknya bermakna.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved