Corona di Bali

Ada Wacana Pembukaan Kembali Objek Wisata, Bendesa Adat Penglipuran : Kami Masih Waswas

Sebab itu pula pihaknya belum mengadakan pembahasan bersama krama setempat perihal pembukaan kembali objek wisata.

Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin
Desa Penglipuran, Bangli, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Objek wisata Desa Penglipuran, Bangli, Bali, hingga kini belum memasang ancang-ancang untuk kembali beroperasi meski sudah sekitar 2 bulan ditutup. 

Pihak desa memilih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah.

Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat, Kamis (28/5/2020) menungkapkan pihaknya hingga kini masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah provinsi.

Sebab itu pula pihaknya belum mengadakan pembahasan bersama krama setempat perihal pembukaan kembali objek wisata.

Kehamilan di Jatim Melonjak Selama Wabah Covid-19 Akibat Pasutri di Rumah Saja Tapi Tak Pakai KB

"Memang sudah ada wacana dari pemerintah pusat, tapi itu baru wacana. Kami di bawah pun masih ada perasaan waswas, karena pariwisata ini kaitannya melakukan kontak langsung dengan orang lain. Baik warga lokal maupun WNA. Namun jika sudah ada kepastian, tentunya akan segera kami wacanakan," ujarnya.

Supat tidak memungkiri pasca tutup sejak tanggal 18 Maret 2020 lalu, masyarakat di Desa Penglipuran merasakan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Hal ini lantaran hampir 60 persen penghasilan masyarakat sekitar bergantung pada pariwisata.

Kendati demikian, masih tetap ada pengeluaran, baik untuk perbaikan aset warga seperti angkul-angkul hingga pemeliharaan lingkungan.

"Seluruhnya terdampak, tak hanya petani namun juga masyarakat yang bekerja di pelayaran. Sebab mereka telah dipulangkan ke rumahnya. Kemungkinan hanya masyarakat yang berprofesi sebagai PNS yang masih bisa bertahan," katanya.

Pihak desa pun telah berupaya mengalokasikan anggaran kas desa adat untuk memberikan bantuan pada masyarakat terdampak.

Supat mengatakan tidak ada perbedaan dalam pemberian bantuan lantaran sulit untuk menilai yang terdampak dan tidak.

"Kami telah membagikan bantuan dua kali, dan rencananya akhir bulan ini akan diberikan bantuan ketiga. Ada empat komponen yang mendapatkan bantuan dari desa adat. Antara lain 238 KK aktif, 34 KK nyada (KK Non aktif), serta janda dan duda dengan total 70 orang. Umpamanya di suatu rumah ada empat komponen tersebut, maka seluruhnya akan mendapatkan bantuan," tandasnya.

Objek Wisata Yang Hasilkan Miliaran 

Desa Adat Penglipuran merupakan salah satu objek wisata yang sangat menarik di Pulau Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Corona di Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved