Corona di Indonesia
Kabar Baik, 8 Provinsi di Indonesia Ini Tak Mengalami Penambahan Kasus Virus Corona
Berdasarkan data pemerintah, ada delapan provinsi yang tidak memiliki penambahan pasien baru Covid-19.
TRIBUN-BALI.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan sebuah kabar baik.
Dikutip dari Kompas.com, dirinya mengungkapkan terdapat banyak provinsi yang tidak mengalami penambahan kasus baru virus corona hingga Jumat (29/5/2020).
Berdasarkan data pemerintah, ada delapan provinsi yang tidak memiliki penambahan pasien baru Covid-19.
"Hari ini cukup banyak provinsi yang tidak kita temukan kasus positif, di antaranya Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat sore.
• Perempuan Lebih Rentan Alami Tekanan Darah Tinggi, Mengapa?
• 15 Bandara yang Dikelola Angkasa Pura I Siap Terapkan Prosedur Pelayanan Situasi New Normal
• Anak Perusahaan Pelindo III Buka Lowongan Kerja, Ini Persyaratannya
Selain itu, empat provinsi lainnya yakni, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Penambahan jumlah pasien
Sementara itu, berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, penambahan kasus baru Covid-19 tersebar di 26 provinsi.
Dari 26 provinsi itu, lima di antaranya mencatat jumlah penambahan tertinggi.
Kelimanya provinsi itu yakni DKI Jakarta (125 kasus baru); Jawa Timur (101 kasus baru); dan Kalimantan Selatan (74 kasus baru). Kemudian, Papua (56 kasus baru); dan Sulawesi Selatan (41 kasus baru).
Selain itu, Yuri juga menyebutkan sejumlah provinsi lain yang penambahan kasus barunya berkisar antara 1 hingga 3 kasus.
"Yakni Kepulauan Riau, Gorontalo, DIY, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara," kata Yuri.
Yuri menegaskan bahwa 672 kasus baru yang tercatat dalam 24 jam terakhir tidak dimaknai sebagai gambaran Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia.
Sebab, menurut dia, ada sejumlah provinsi yang dalam tiga pekan terakhir sudah menunjukkan perkembangan kasus yang melandai.
"Artinya sudah tidak ditemukan kasus baru dan beberapa provinsi sudah mengalami penurunan kasus lebih dari 50 persen dari puncak kasus yang pernah didapatkan," kata Yuri.
• Wabup Suiasa Vidcon dengan Kemendagri, Badung Siapkan Inovasi Daerah Penerapan Protokol Covid-19
• Lolos di Gilimanuk Tanpa Rapid Test, Satpol PP Denpasar dan Dinas Sosial Pulangkan 4 Orang ke Jawa
• 35 Tahun Berlalu, Juventus dan Liverpool Memperingati Tragedi Heysel
Meski demikian, Yuri tidak merinci provinsi mana saja yang dimaksud.
Namun, perkembangan kasus Covid-19 hingga hari ini akan dijadikan kajian secara mendalam.
Nantinya, hasil kajian akan digunakan untuk memetakan kondisi penularan Covid-19 sebagai pedoman penanganan pemerintah selanjutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/juru-bicara-pemerintah-untuk-covid-19-achmad-yurianto-tanggal-26-mei.jpg)