Harga Ternak Sapi di Nusa Penida Anjlok, Beberapa Warga Beralih Ternak Ayam Potong

Harga Ternak Sapi di Nusa Penida Anjlok, Beberapa Warga Beralih Ternak Ayam Potong

Pixabay
Daging sapi. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Beberapa peternak di Nusa Penida mengeluhkan anjloknya harga ternak sapi. Karena permintaan dengan harga yang murah, membuat peternak enggan menjual sapinya, dan lebih memilih mencoba hal baru dengan memelihara ayam potong.

Seorang peternak sapi lokal di Nusa Penida I Nengah Dharmawan menjelaksan, anjloknya harga sapi terjadi saat pendemi COVID-19 seperti saat ini. Biasanya harga ternak sapi jantan lebih dari Rp 10 juta per ekornya. Namun saat ini harganya bisa dibawah Rp6 juta.

" Belum lama ini malah sapi jantan ditawar Rp6 juta. Karena harga yang terlalu murah, peternak enggan menjual sapinya," jelas Dharmawan, Minggu (31/5).

Demikian juga dengan harga bibit sapi yang juga anjlok. Jika harga bibit sapi lokal untuk penggemukan biasanya dijual seharga Rp5 juta keatas, sekarang harganya kisaran Rp3 juta. Bahkan permintaan untuk bibit sapi pun sangat minim.

" Harga bibit sekarang berkisar antara Rp3 juta, sampai Rp4 juta, itupun jika ada yang membeli. Bagaimana membeli bibit? sapi yang sudah penggemukan saja enggan dijual karena harga terlalu dibawah normal," keluh Dharmawan.

Dengan kondisi pendemi COVID-19 seperti saat ini, peternak setempat pun harus putar otak untuk tetap produktif. Beberpaa peternak menurutnya mulai mencoba bertani dengan sistem hidroponik dan pot.

Bahkan Dharmawan mengaku mulai beralih juga dengan mencoba beternak ayam potong. Dharmawan sudah mulai beternak ayam potong sejak 2 bulan lalu, dan panen 45 hari sekali.

" Kalau ayam potong, permintaanya masih cukup bagus lah dari pada sapi," jelasnya. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved