Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Amankah Penggunaan Masker Saat Berolahraga? Begini Penjelasannya

Amankah Penggunaan Masker Saat Berolahraga?, ini penjelasan dr Michael Triangto, selaku Spesialis Kedokteran Olahraga

Pixabay
Foto ilustrasi olahraga pakai masker 

“Yang perlu dipahami benar adalah olahraga berintensitas berat hanya diperuntukkan bagi atlet yang mau bertanding sehingga tujuan kesehatan bukanlah menjadi prioritas utama mereka,” paparnya.

​Bila menilai masker yang digunakan ternyata ada banyak sekali macamnya, diantaranya adalah masker untuk meminimalkan kemungkinan terinfeksi Covid-19 yaitu N95, masker bedah ataupun masker kain yang banyak digunakan masyarakat. 

Perlu diketahui bahwa penggunaan masker jenis N95 akan sangat mempengaruhi fungsi pernafasan penggunanya karena itu hanya diperuntukkan bagi petugas medis misalnya di ruang-ruang isolasi dan ICU yang khusus merawat penderita Covid-19

Masker bedah tentunya lebih rendah kemampuan untuk menyaring udaranya sehingga pada pemakaiannya tidak terlalu menyesakkan sedangkan masker kain lebih nyaman lagi saat dipakainya, karena itu untuk berolahraga di luar ruang lebih dianjurkan menggunakan masker bedah atau masker kain yang banyak di pasaran.

​“Jika ada yang menanyakan apakah ada manfaat lain dari penggunaan masker selain mencegah penularan infeksi ? Ternyata jawabnya ada! Secara teoritis kurangnya O2 / oksigen yang masuk ke paru-paru diharapkan dapat melatih pemakai masker agar terbiasa dengan O2 yang tipis,” papar dr. Michael.

Hal tersebut mirip dengan kondisi penduduk yang tinggal di tempat-tempat yang lebih tinggi dari permukaan laut. 

Umumnya mereka memiliki kadar haemoglobin yang lebih tinggi dari pada penduduk yang tinggal di daerah pesisir namun tentunya hal tersebut membutuhkan waktu adaptasi yang panjang. 

Untuk itu masih dibutuhkan lebih banyak penelitian tentang penggunaan masker saat berolahraga termasuk pula lama penggunaanya agar mampu memperjelas manfaat masker bagi kesehatan

“Kini kita kembali ke pemberitaan yang membuat heboh itu ternyata korban tersebut dikatakan menggunakan masker N95. Pertanyaannya adalah apakah itu sesuai dengan peruntukkannya? Tentu jawabannya adalah tidak dan tidak wajar untuk dipergunakan saat berolahraga,” ujarnya.

“Setelah itu yang harus dipertanyakan lagi mengapa korban tersebut harus terus berolahraga dengan intensitas berat? Mengapa jika sudah merasa tidak nyaman tetapi tetap melanjutkan olahrga tersebut? Apakah ia sedang melakukan program tertentu misalnya persiapan pertandingan? atau sedang dalam pusat pendidikan misalnya masa orientasi sehingga tidak mampu menolak perintah atasan sehingga berakibat fatal?,” sambung dr. Michael.

Inilah menurutnya ketidakwajaran dari berita tersebut karena seharusnya di saat muncul rasa tidak nyaman atau merasa tidak sehat maka latihan itu dapat langsung dihentikan sehingga tidak perlu terjadi sesuatu yang mengganggu keselamatan jiwa seseorang.

“Yang belum pernah saya ketahui adalah kondisi awal dari kesehatan orang tersebut. Apakah ia memang sehat atau sebelumnya sudah memiliki gangguan kesehatan misalnya TBC paru sehingga dengan olahraga yang dipaksakan bersamaan dengan penggunaan masker yang akhirnya berakibat fatal? Tentunya mudah untuk dipahami jika tubuh tidak dalam keadaan sehat tentunya tidak boleh untuk berolahraga terlebih lagi dalam intensitas berat yang pada siapapun menungkinkan terjadi gangguan kesehatan meskipun ia tidak menggunakan masker,” jelasnya.

​Setelah menjelaskan seperti diatas, maka saya simpulkan bahwa berolahraga yang sehat cukup dengan intensitas ringan sampai dengan sedang sehingga penggunaan masker tidak akan mempersulit sistem pernafasan dan tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan terlebih lagi sehingga menyebabkan kematian.(*).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved