Corona di Indonesia
Amankah Penggunaan Masker Saat Berolahraga? Begini Penjelasannya
Amankah Penggunaan Masker Saat Berolahraga?, ini penjelasan dr Michael Triangto, selaku Spesialis Kedokteran Olahraga
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Akhir-akhir ini beredar video yang memberitakan tentang bahaya berolahraga dengan menggunakan masker.
Viralnya berita tersebut membuat banyak pecinta olahraga menjadi panik dan berusaha mencari penjelasan yang benar dari berita tersebut.
“Untuk itulah saya akan memberikan penjelasan agar dapat meluruskan bagaimana hal sebenarnya dari berita tersebut,” kata dr Michael Triangto, selaku Spesialis Kedokteran Olahraga sekaligus Direktur Slim&Health Sports Center Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Hal pertama yang harus dijelaskan adalah peraturan pemerintah tentang PSBB yang mengharuskan menggunakan masker saat berada di luar rumah, dengan demikian alasannya jika berada di luar rumah, kita sebagai warga wajib untuk menggunakan masker termasuk saat berolahraga.
• Danrem 163/Wira Satya Sebut Peringatan Hari Lahir Pancasila Momentum Tingkatkan Kepedulian
• 6 Tanda Anda Mengalami Stres di Tempat Kerja, Begini Cara Menyeimbangkan Kehidupan Kerja dan Pribadi
• Soal & Jawaban SMP Belajar di Rumah TVRI,3 Juni 2020: Mengapa Matahari Memiliki Peranan yang Penting
Masalahnya adalah dengan menggunakan masker kita akan merasakan nafas menjadi kurang lega, sesak, tidak nyaman dan hal itu tentunya wajar karena tujuan utama dari penggunaannya adalah untuk melindungi pemakainya dari kemungkinan terinfeksi virus dan melindungi orang lain dari kemungkinan kita menginfeksi mereka, terutama bila kita sedang tidak sehat.
“Bila masker digunakan saat berolahraga, dapat dimengerti bila ada yang merasakan sesak terutama pada olahraga berintensitas berat. Hal ini sesuai dengan narasi yang ada di dalam video tersebut dimana dikatakan korban menjadi sulit bernafas, dengan demikian hal tersebut adalah wajar. Hal yang tidak wajar adalah mengapa yang bersangkutan harus berolahraga berat?,” papar dr. Michael.
Dari Panduan Hidup Aktif PDSKO (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga) menunjukkan kurva huruf “J” (di kutip dari “Immune function and exercise. Exercise Immunol Rev 2011 ) yaitu hubungan antara intensitas berolahraga dan resiko mengalami infeksi penyakit.
Dari titik awal kurva tersebut yang berada di titik paling kiri memperlihatkan titik dimana kemungkinan terinfeksinya seseorang bila tidak berolahraga.
Titik terendah dari kurva “J” tadi berada di tengah yang mana menunjukkan bila berolahraga dengan intensitas ringan sampai sedang maka resiko yang dihadapi menjadi terendah.
Sedangkan di titik paling kanan menunjukkan jika berolahraga dengan intensitas berat malah berpotensi untuk mengalami resiko terinfeksi tertinggi termasuk terinfeksi Covid-19 dan juga cedera maupun gangguan kesehatan lainnya.
*Kurva Huruf “J”
Dari penjelasan diatas, sebelum berolahraga setiap individu sebaiknya mengetahui dengan jelas tujuan dari kegiatannya itu.
Dan bila tujuannya untuk sehat tentunya yang bersangkutan hanya boleh melakukan olahraganya berintensitas ringan sampai sedang saja sehingga tidak akan terganggu dengan penggunaan masker sesuai dengan peraturan PSBB tadi.
Untuk yang ingin tetap berolahraga berat tentunya tidak akan dapat dilarang, dengan demikian boleh tetap dilakukan olahraganya namun dianjurkan dilakukan di dalam rumah sehingga tidak akan terkena kewajiban menggunakan masker dan kemungkinan untuk terinfeksi maupun menginfeksi dari dan ke orang lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/olahraga-pakai-masker.jpg)