Koster Ingin Perekonomian Bali Tak Sepenuhnya Bergantung dari Pariwisata
Wayan Koster berkeinginan agar perekonomian masyarakat di Pulau Dewata tidak lagi sepenuhnya bergantung dari sektor pariwisata
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster berkeinginan agar perekonomian masyarakat di Pulau Dewata tidak lagi sepenuhnya bergantung dari sektor pariwisata.
Hal itu Koster ungkapkan usai menyerahkan stimulus kepada koperasi di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (2/6/2020).
"Jadi kita harus sudah mulai melakukan suatu upaya untuk tidak bergantung sepenuhnya kepada pariwisata. Jadi sudah harus memikirkan sektor lain untuk memperkuat perekonomian di Bali," tuturnya.
Menurut Koster, ekspor berbagai produk pertanian dan industri lokal Bali dapat dijadikan sebagai penunjang perekonomian masyarakat di Pulau Dewata.
• Jelang New Normal, Maskapai Lion Air Group Batalkan Seluruh Penerbangan Domestik dan Internasional
• Kronologi Warga Dianiaya Oknum Anggota TNI di Posko Covid-19, Diduga Pelaku Mabuk
• Momen Mendalam Tri Rismaharini Berpamitan, DPC PDIP Ungkap 19 Tokoh Ini Daftar Jadi Bakal Calon
Terlebih berbagai produk tersebut memang diminati oleh masyarakat di luar negeri.
Koster menuturkan, salah satu produk dari Bali yakni buah manggis sangat digemari oleh masyarakat di luar negeri.
Buah ini sudah diekspor ke berbagai negara, seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Dubai, Uni Emirat Arab.
"Paling disenangi (oleh mereka) manggis Bali," kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu.
Padahal, selain Bali ada berbagai daerah lain yang juga menghasilkan produk buah manggis, seperti Jawa Barat dan beberapa provinsi lainnya.
Namun, Koster menuturkan, produksi manggis Bali baru sekitar 4.000 sampai 5.000 ton per tahun.
Jumlah produksi ini masih kurang karena RRT sendiri membutuhkan manggis sebanyak 9.000 ton per tahun.
Koster berkeyakinan, ketika nanti situasi sudah normal dari pandemi Covid-19, pasar ekspor untuk produk manggis diperkirakan akan sangat bagus.
Selain manggis kini produk pertanian lain seperti buah naga, salak dan pisang juga sudah mulai diminati di luar negeri.
Pihaknya pun mengaku sedang mengembangkan pisang di Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/koster-ditemui-oleh-sejumlah-awak-media-usai-memberikan-stimulus-ekonomi.jpg)