Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Siap Selenggarakan Pilkada Serentak 2020, KPU Bali Akan Rapid Test 9.816 Jajarannya

Dalam rapat tersebut KPU Bali mengundang stakeholder terkait diantaranya, Dinas Kesehatan Provinsi Bali,Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)

Tayang:
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
KPU Bali melaksanakan Rapat Koordinasi Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Kantor KPU Bali, Selasa (2/6/2020). 

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya kan langsung merumahkan para petugasnya apabila terdapat yang positif Covid-19. "Ini harus dicek semua, begitu ada yang kena kita rumahkan mereka," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membahas dengan jajaran KPU Kabupaten kota untuk membahas terkait pengadaan alat perlindungan diri (APD) bagi para petugas penyelenggara Pilkada.

APD yang akan diberikan rencananya ialah handsanitizer, faceshield, masker, sarung tangan, dan thermoscanner.

"Hampir 10 ribu lah, pengadaan nanti teman-teman di provinsi akan support, karena kami menang nggak punya anggaran untuk itu. Tetapi untuk APD nanti kita akan rapat di kabupaten/kota untuk bahas soal anggaran itu," paparnya.

Di sisi lain, seluruh Organiasi Perangkat Daerah (OPD) menyatakan kesiapannya dalam mendukung seluruh tahapan terutama dalam hal penerapan protokol kesehatan selamat pelaksanaan tahapan yang akan dimulai pada tanggal 15 Juni mendatang.

"KPU dan seluruh jajarannya adalah penyelenggara negara, mereka menyiapkan prosesi suksesi pemerintah, tidak ada pilihan lain, Gugus Tugas siap," kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali yang juga Kepala BPBD Bali, Made Rentin yang hadir dalam rapat tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa dari hasil kajiannya terdapat empat daerah yang masih memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi atau zona merah.

Keempat daerah tersebut yakni, Bangli, Buleleng, Denpasar, dan Badung. Menariknya, daerah tersebut akan menyelenggarakan Pilkada di tahun 2020 ini.

"Tadi saya menyampaikan peta kerawanan, kalau dilihat secara global ada 4 daerah masih zona merah, karena penambahan jumlah kasus, dan terjadinya transimisi lokal," ujarnya.

Terkait daerah-daerah yang disebutkan itu telah mempersiapkan strategi untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih besar.

"Terhadap daerah tersebut tentu gugus tugas punya langkah-langkah untuk mencegah itu," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved