Dilepas Dirjen Vokasi Kemendikbud, SMK TI Global se-Bali Lakukan Pelepasan 890 Siswa Secara Daring
Mereka dilepas oleh Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Wikan Sakarinto.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Akibat adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), sebanyak 890 siswa kelas 12 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Informasi (TI) Bali Global dilepas secara daring (online), Sabtu (6/5/2020).
Mereka dilepas oleh Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Wikan Sakarinto.
Ketua Panitia Pelepasan Daring Gabungan Kelas 12 SMK Bali Global Se Bali, Dr. Dadang Hermawan mengatakan, pelepasan siswa diikuti oleh 890 siswa dari tujuh SMK TI Bali Global.
Ketujuh SMK tersebut yakni SMK TI Bali Global Denpasar 429 orang, SMK TI Bali Global Singaraja 59 orang, SMK TI Bali Global Badung 105 orang, SMK TI Bali Global Jimbaran Badung 114 orang, SMK TI Bali Global Karangasem 76 orang, SMK TI Bali Global Klungkung 23 orang dan SMK TI Bali Global Abiansemal 84 orang.
• Joe Biden Resmi Jadi Capres AS 2020 dari Partai Demokrat, Sindir Donald Trump Pemecah Belah AS
• Terinspirasi dari Video Tiktok, Satlantas Polresta Denpasar Beri Pesan Ini Ke Masyarakat
• BPPT Siapkan Dukungan Percepatan Vaksin Covid-19 di Indonesia
"Kami ucapkan selamat dan sukses untuk anda semua dengan harapan dapat menggunakan ilmu, keterampilan dan wawasan yang diperoleh selama ini untuk kepentingan pribadi anda, keluarga, bangsa dan negara Republik Indonesia yang tercinta ini," kata Dadang Hermawan
Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. I Made Bandem mengatakan, ini adalah kali pertama SMK TI Bali Global melakukan pelepasan secara daring akibat pandemi Covid-19.
"Untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, maka acara pelepasan ini kami lakukan lewat sistem daring," tuturnya.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto berpesan agar lulusan SMK TI Bali Global dalam berkiprah nantinya tidak hanya mengandalkan ijazah, melainkan juga mampu menunjukkan kompetensi.
Sebab di tengah badai pandemi Covid-19 atau new normal nantinya, industri membutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kreatifitas.
"Industri tidak akan melihat ijazah, tetapi melihat kompetensi," kata mantan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada (UGM) itu.
Menurutnya, berbagai kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan SMK TI Bali Global yakni berupa hard skill serta soft skill.
Kedua jenis kompetensi ini dibungkus oleh integritas, attitude dan karakter dari masing-masing lulusan.
Maka dari itu lulusan SMK TI Bali Global diminta olehnya harus tetap kreatif dan inovatif ditengah badai pandemi Covid-19.
"Hanya orang-orang tangguh yang berani memutuskan melangkah meskipun salah dari pada mikir kelamaan diam endak pernah melangkah. Jadi beranilah untuk berinovasi, beranilah untuk memutuskan melangkah," pintanya.
• BREAKING NEWS: Beni Waswas, 21 Pedagang Pasar Badung Jalani Test Swab
• Lepas 670 Wisudawan, Universitas Udayana Gelar Wisuda ke-136 secara Daring
• Ini Rahasia Risma, 519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Testing, Tracing & Therapy
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/direktur-jendral-dirjen-pendidikan-vokasi-kementerianpendidikandan-kebudayaan-kemendikbud-ri.jpg)