Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Santai

Sang Gadis yang Mengenal Batas

MENGENAL batas. Batas kemampuan diri manusia. Ada saatnya bertakhta, ada waktunya pamit dari hiruk pikuk tepuk dan sorak.

Tayang:
Penulis: DionDBPutra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi

Dia merupakan menteri paling muda di kabinet Kohl saat itu.

Kanselir Helmut Kohl biasa menyebutnya sebagai "das Mädchen" atau Sang Gadis.

Helmut Kohl merupakan mentor Angela Merkel.

Tahun 1994 Angela Merkel menjabat Menteri Lingkungan Jerman.

Setelah pemerintahan Helmut Kohl kalah dalam pemilihan tahun 1998, Merkel menjabat Sekretaris Jenderal CDU.

Sejak itu karier politiknya terus menanjak.

Tahun 2000, Merkel diangkat menjadi ketua Partai CDU setelah Wolfgang Schäuble dipaksa turun karena terlibat skandal sumbangan.

Nama Merkel makin populer di kalangan masyarakat Jerman.

Dia sempat menjadi kandidat favorit penantang Kanselir Gerhard Schroeder dalam pemilu 2002. Namun, tidak populer di dalam partai sendiri khususnya dengan partai mitranya Uni Sosial Kristen atau CSU yang berbasis di Bavaria.

Itulah sebabnya Angela Merkel tersingkir dari pencalonan.

Pemimpin CSU Edmund Ruediger Stoiber yang maju menantang Schreder namun kalah tipis.

Setelah kekalahan Stoiber pada tahun 2002, Merkel menjadi pemimpin oposisi konservatif di Majelis Rendah parlemen Jerman.

Kekalahan Partai Demokratik Sosial (SPD) pimpinan Kanselir Gerhard Schroeder pada pemilu negara bagian bulan Mei 2005 di Nordrhein-Westfalen yang merupakan pendukung tradisional partai CDU membuat langkah Schroeder meminta pelaksanaan pemilu.

Saat pemilu 18 September 2005, CDU meraih 226 kursi parlemen dan 222 kursi diraih oleh SPD.

Kedua partai ini membangun koalisi besar.

Setelah memenangi voting di Bundestag 22 November 2005, Angela Merkel resmi menduduki jabatan sebagai Kanselir Jerman menggantikan Gerhard Schroeder.

Merkel juga sekaligus menjadi pemimpin koalisi besar mencakup CDU, CSU dan Partai Demokrat Sosial Jerman (SPD).

Dalam pemilu federal 2009, CDU meraih suara terbanyak dan Merkel dapat membentuk pemerintahan koalisi berkat bantuan Partai Demokrat Bebas (FDP).

Pada pemilu federal 2013, Merkel memperoleh 41,5 persen suara dan membentuk koalisi besar kedua bersama SPD setelah FDP kehilangan seluruh kursinya di Bundestag.

Pada tahun 2007, Merkel terpilih sebagai Presiden Dewan Eropa dan mengetuai Forum G8.

Ia memainkan peran utama dalam perundingan Perjanjian Lisbon dan Deklarasi Berlin.

Salah satu prioritas utamanya adalah memperkuat hubungan ekonomi transatlantik lewat penandatanganan perjanjian Dewan Ekonomi Transatlantik tanggal 30 April 2007.

Merkel berperan dalam penanganan krisis keuangan di level Eropa dan dunia.

Dalam krisis tersebut, ia mendapat julukan sebagai "sang pengambil keputusan".

Tidak mengherankan tatkala Jerman dilanda krisis karena pandemi Covid-19, Sang Gadis lagi-lagi mengambil keputusan yang tepat.

Sampai hari ini Angela Merkel masing dipandang sebagai pemimpin de facto Uni Eropa.

Ia terpilih sebagai tokoh paling berkuasa kedua di dunia menurut majalah Forbes tahun 2012, 2015 dan peringkat pertama tahun 2019, pencapaian tertinggi seorang perempuan.

Setelah meraih semua itu, Angela Merkel berusaha konsisten pada keputusannya dua tahun silam yaitu tidak lagi mencalonkan diri sebagai kanselir.

Mungkin sudah waktunya bagi “Sang Gadis” menjauhi hiruk-pikuk politik.

Dia mengenal tapal batas kapan harus berhenti.(*)

(dion db putra)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved