Corona di Bali
PDP di Jembrana Meninggal Dunia, Hasil Swab Test Negatif Covid-19
Seorang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Jembrana, Bali, meninggal dunia
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Seorang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Jembrana, Bali, meninggal dunia.
Hal ini disampaikan Humas Gugus Tugas Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha, Minggu (7/6/2020).
Namun, hasil swab test dan rapid test PDP tersebut menunjukkan negatif Covid-19.
Arisantha menuturkan, PDP ini seorang laki-laki, berusia 56 tahun, asal Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.
Sebelumnya, pasien pernah datang ke UGD RS Bali Med, karena kesadarannya menurun akhirnya langsung dirujuk ke RSU Negara untuk menjalani perawatan.
"Sempat dirawat selama tiga hari di RSU Negara. Karena kondisi pasien itu tetap menurun, manajemen RSU Negara akhirnya memutuskan melakukan rujukan ke RSUP Sanglah, Selasa (2/6/2020), sampai akhirnya pasien itu dinyatakan meninggal di sana sehari setelahnya 3 juni 2020,” ucapnya.
Dari penanganan yang dilakukan, pasien itu meninggal didiagnosa menderita ensefalopati hepatik (penyakit hati akut dan kronis) yang berefek pada gangguan kesadaran.
Selain itu, pasien juga memiliki infeksi saluran kencing dan terdeteksi gagal jantung.
Beberapa penyakit itulah yang menimbulkan komplikasi sehingga kesadaran pasien menurun dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Saat dikonfirmasi pasien itu tercatat sebagai PDP hasil rapid test dan swab test negatif," jelasnya.
Arisantha mengatakan, pasien itu memiliki gejala klinis dan sebelumnya mengalami sesak napas.
Selain itu, karena Jembrana masih tergolong wilayah terjangkit dengan adanya satu kasus transmisi lokal dari seorang pasien asal BB Agung, Kecamatan Negara.
Maka, dengan berbagai pertimbangan itu, baik Gugus Tugas Jembrana maupun provinsi, mencatatkan pasien itu sebagai PDP, sekaligus pasien PDP ke-30 yang masuk didata Gugus Tugas Covid-19 Jembrana.
"Walaupun dari hasil rapid test dan swab test yang dilakukan di RSUP Sanglah hasilnya negatif Covid-19," paparnya.
Dari swab test PDP keluar 3 Juni 2020, sebelum pasien meninggal dunia, hasilnya negatif Covid-19.
• Kasus Positif Covid-19 di Karangasem Bertambah 2 Orang, Transmisi Lokal dan PMI
• Satu Keluarga di Gianyar Positif Covid-19
Maka PDP itu tidak dimakamkan menggunakan protokol pemakaman Covid-19.
"Karena memang swab test negatif, jadi pemakaman tidak dengan protokol Covid-19," bebernya.
Menurut Arisantha, secara akumulatif Covid-19 di Jembrana, pasien positif Covid-19 tercatat berjumlah 19 orang.
13 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh, dan enam masih dalam perawatan di RSU Negara.
Sedangkan PDP berjumlah 30 orang, 29 diantaranya dinyatakan sembuh, dan satu PDP meninggal dunia.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jembrana itu menambahkan, selain PDP, pihaknya sudah melakukan penanganan warga masuk Bali di pos pemeriksaan Gilimanuk.
Terkini, ada perubahan terkait tempat pemeriksaan.
Sebelumnya terdapat dua pos pemeriksaan, yakni di dalam pelabuhan serta di TIC (Tourism Information Centre) di Kawasan Patung Siwa Gilimanuk, kini seluruhnya dipusatkan di satu tempat yakni di areal Patung Siwa, tepatnya di depan Gedung TIC Teluk Gilimanuk.
"Alurnya begitu penumpang turun dari kapal akan diarahkan menuju pos Brimob untuk pemeriksaan suhu. Di pos akan ada filter, penumpang umum akan berlanjut di pos pemeriksaan KTP untuk dilakukan pemeriksaan administrasi," imbuhnya.
Ia melanjutkan, pemeriksaan administrasi termasuk pemeriksaan suket rapid test yang sudah dibawa masing-masing penumpang.
Kalau mereka lolos administrasi bisa melanjutkan perjalanan menuju daerah-daerah di Bali.
Sedangkan untuk pembawa logistik, baik sopir maupun kernet akan dilanjutkan menuju pos pemeriksaan rapid test di TIC Gilimanuk, untuk menjalani rapid test.
"Jadi kalau hasilnya non reaktif, pembawa logistik ini bisa melanjutkan perjalanan. Kalau sebaliknya maka akan dikembalikan ke daerah asal," imbuhnya.
(*)