Corona di Bali
Penerbangan Menurun Konsumsi Avtur di Bali Turun Drastis
Setelah menyebarnya pandemi Covid-19, seluruh dunia menerapkan pembatasan besar-besaran, beberapa bahkan lockdown.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setelah menyebarnya pandemi Covid-19, seluruh dunia menerapkan pembatasan besar-besaran, beberapa bahkan lockdown dan sisanya menerapkan social distancing. Hal ini berimbas ke berbagai lini sektor, termasuk penerbangan yang menurun drastis. Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Rustam Aji, membenarkan hal tersebut.
Ia mengatakan, konsumsi bahan bakar pesawat terbang di Bali menurun drastis pasca ditutupnya banyak bandara baik nasional dan internasional. “Pada kondisi normal, konsumsi avtur bisa mencapai 2.600 Kiloliter per hari. “Pada masa Satgas, termasuk Lebaran, penjualan hanya 10 persen sampai 15 persen dari normal, atau sekitar 290 KL per hari,” sebutnya pada Tribun Bali, Senin (8/6/2020).
Sebab, sekitar 90 persen avtur untuk penerbangan di Bali, yang pada saat normal adalah untuk pariwisata, baik domestik maupun internasional. “Begitu pariwisata ditutup, tentu penyaluran juga jadi menurun,” sebutnya. Tak hanya itu, BBM lainnya pun juga kena imbas dan terderek turun. Pada kondisi normal di awal tahun lalu, rerata penyaluran harian untuk konsumsi BBM jenis Gasoline di Bali selama masa aktif Satgas RAFI mencapai 2.700 Kilo Liter (KL) per hari. Namun tahun ini, kata dia, turun menjadi 1.500 KL. Hal yang serupa juga tercatat pada angka rerata penyaluran harian produk jenis Gasoil yang turun dari 600 KL menjadi 360 KL per hari.
Sementara di produk elpiji, penyaluran untuk sektor rumah tangga sampai H+6 Hari Raya Idul Fitri 2020 juga menunjukkan tren turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rerata penyaluran harian di periode tersebut pada tahun ini turun 14-18 persen di seluruh wilayah Bali.“Sepanjang periode pemantauan Tim Satgas RAFICO tahun ini, kami salurkan elpiji subsidi rata-rata sebanyak 600 Metrik Ton (MT) per hari. Turun jika dibanding rata-rata penyaluran harian sebelumnya yang berjumlah sekitar 690 MT per hari,” sebut Rustam.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, mencatat pada April 2020, jumlah penerbangan internasional yang berangkat dari Bali tercatat sebanyak 118 penerbangan, turun sedalam minus 93,33 persen dibandingkan Maret 2020 (m-t-m). “Jumlah penumpang tercatat sebanyak 6.939 orang, yang juga turun sedalam minus 97,48 persen (m-t-m),” sebut Kepala BPS Bali, Adi Nugroho. Dari 10 besar tujuan utama penerbangan internasional, di bulan April 2020, penerbangan tujuan Australia tercatat menurun paling dalam yakni sedalam minus 96,21 persen dibandingkan Maret 2020 (m-t-m).
Jumlah penerbangan domestik yang berangkat dari Bali, di bulan April 2020 tercatat sebanyak 830 penerbangan, turun sedalam minus 70,86 persen dibandingkan Maret 2020 (mtm). Jumlah penumpang tercatat sebanyak 44.201 orang, yang juga turun sedalam minus 82,57 persen. “Dari 10 besar tujuan utama penerbangan domestik di bulan April 2020, penerbangan tujuan Jakarta/Soekarno-Hatta tercatat menurun paling dalam yakni sedalam minus 77,40 persen dibandingkan bulan Maret 2020 (m-t-m),” sebutnya. Jumlah keberangkatan kapal dari Provinsi Bali pada bulan April 2020 tercatat sebanyak 715 unit kapal, turun sedalam minus 76,75 persen dibandingkan bulan Maret 2020 (m-t-m) yang tercatat sebanyak 3.075 unit kapal.(ask)