Curi Motor di Buleleng, Busairi Sudah Empat Kali Masuk Penjara

Busairi mengaku sudah empat kali keluar masuk penjara. Ia pernah terlibat kasus pencurian dan penganiayaan anggota TNI AD

KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Ilustrasi pencurian sepeda motor 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Pelaku pencurian sepeda motor di Jalan Jayatu, Kelurahan Kampung Anyar, Kecamatan Buleleng, Busairi alias Casper (40) ternyata sudah empat kali keluar masuk penjara. Pengalaman mendekam di balik jeruji besi nyatanya tidak membuat pria asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada ini kapok, hingga kembali nekat melakukan tindakan kriminal.

Ditemui di Mapolres Buleleng pada Selasa (9/6), Busairi mengatakan, aksi curanmor di Jalan Jatayu pada Minggu kemarin, dilakukan bersama temannya Tatang. Saat itu, Busairi bersama Tatang mengaku kebetulan melintas di TKP. Namun tiba-tiba mereka melihat ada satu unit motor Honda Scoopy milik Komang Krisna Febriana, terparkir di depan sebuah kantor notaris, dalam kondisi kunci nyantol. Tak pelak, Tatang menyuruh Busairi untuk mencuri motor tersebut.

"Waktu itu kami kebetulan lewat di jalan Jatayu, naik motor. Terus kami melihat ada motor kuncinya nyantol. Lalu Tatang menyuruh saya untuk turun dan mengambil motor itu. Motornya sudah sempat saya nyalakan, dan sudah mau saya bawa kabur. Tapi korban langsung datang dan menendang saya sampai jatuh," ucap Busairi.

Mengetahui dirinya tertangkap basah mencuri motor, Busairi pun bergegas lari. Sementara Tatang yang menunggu di atas motor langsung tancap gas, meninggalkan Busairi. Warga yang mengetahui adanya aksi curnamor ini pun bergegas mengejar Busairi. Hingga akhirnya pria kelahiran 25 Agustus 1979 ini berhasil diamankan oleh warga dan langsung diserahkan ke Mapolsek Kota Singaraja.

Kepada awak media, Busairi mengaku sudah empat kali keluar masuk penjara. Ia pernah terlibat kasus pencurian dan penganiayaan anggota TNI AD. "Saya sudah empat kali dipenjara. Terakhir karena menganiaya tentara, bebas Agustus tahun lalu. Sekarang mencuri motor, maunya dijual untuk makan. Kalau di rumah saya jadi petani metik-metik cengkih," terangnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Kota Singaraja, Iptu Ida Bagus Astawa mengatakan, saat ini pihaknya masih memburu pelaku Tatang. Sementara terhadap Busairi, mengingat dia sudah empat kali keluar masuk penjara, maka pasal yang disangkakan akan digabungkan dengan pasal residivis. "Sementara pasal yang disangkakan karena melalukan pencurian adalah pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara. Nanti akan dijuntokan dengan pasal residivis," tutupnya. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved