Seorang Warga Digigit Anjing Rabies di Desa Selisihan Klungkung, Keswan Langsung Lakukan Eliminasi

I Ngurah W (26), seorang warga asal Desa Selat digigit anjing positif rabies di Desa Selisihan, Klungkung, Bali.

Tribun Bali/dwi suputra
Ilustrasi rabies 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Ngurah W (26), seorang warga asal Desa Selat digigit anjing positif rabies di Desa Selisihan, Klungkung, Bali.

Petugas Bidang Keswan (Kesehatah Hewan) pun telah turun melalukan eliminasi dan penelusuran terhadap interaksi dan asal-usul anjing rabies tersebut.

Perbekel Desa Selisihan, I Nengah Sucitra menjelaskan, gigitan anjing rabies tersebut terjadi, Senin (8/6/2020).

Anjing itu merupakan peliharaan milik warga setempat yang biasa dipanggil Meldi.

Palang Merah Indonesia Semprotkan Disinfektan ke Wilayah Zona Merah Gianyar

Terlibat Penyelundupan Narkotik Jaringan Lintas Negara, Didik Dituntut 16 Tahun Penjara

Begini Curhat Pegawai Kembali Bekerja di Kantor Saat Pandemi Covid-19, Khawatir dan Bawa Baju Ganti

"Kebetulan saat itu, ada kerabat Meldi (I Ngurah W) asal Desa Selat datang ke Selisihan. Dilihatnya lah anjing ini berkelahi, dan lalu berusaha dilerai olehnya," ungkap Nengah Sucitra saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2020).

Ternyata anjing tersebut balik menyerang Ngurah W dan menggigit jari tangannya.

Karena khawatir dengan rabies, Ngurah W lalu segera ke puskesmas untuk meminta VAR.

Setelah ada laporan dari pihak Puskesmas, Bidang Keswan Dinas Pertanian, Klungkung langsung ke Desa Selisihan untuk melakukan eliminasi terhadap anjing tersebut.

Sampel dari otak anjing itu, lalu dibawa ke Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.

"Hasilnya sudah saya terima, dan anjing yang menggigit warga di Desa Selisihan itu memang positif rabies," ungkap Kabid Keswan Dinas Pertanian Klungkung, AA Arnawa.

Selasa (9/6/2020), petugas dari Keswan kembali turun ke Desa Selisihan untuk melakukan penelusuran terhadap anjing lain yang kemungkinan kontak dengan anjing positif rabies.

Selain itu petugas Keswan juga melakukan vaksinasi darurat terhadap beberapa anjing peliharaan warga di Desa Selisihan.

"Vaksinasi darurat ini upaya kami untuk memutus rantai penularan rabies disekitar kasus gigitan rabies terjadi. Untuk eliminasi selektif belum kami lakukan, karena harus koordinasi juga dengan pihak desa setempat," ungkap Arnawa.

Sejak bulan Januari hingga Juni 2020 ini, diketahui terjadi 8 kasus gigitan anjing rabies di Klungkung.

(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved