Corona di Bali
Digelar Sejak Awal Juni 2020, Begini Keistimewaan dari Pameran Virtual Ini
Dengan memanfaatkan platform online ini, para seniman bebas memamerkan berbagai karya istimewanya kepada para penggemarnya serta khalayak ramai.
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Eksplorasi-eksplorasi yang tampak dalam karya-karya ini beragam mulai dari teknik hingga bahasa atau teks visual yang dipakai.
Karya-karya yang mereka hadirkan dalam pameran ini juga berwujud dua dimensi dan sebagian merupakan hasil kerja di media digital serta sebagian lagi dikerjakan dengan teknik tradisional.
Pameran ini pun mulai ditampilkan di https://www.artsteps.com sejak tanggal 4 Juni 2020 lalu.
"Karena ini pameran virtual dan tidak terbatas ruang dan waktu jadinya pameran ini kita buat sampai kami bosan dan tentunya belum ada batas waktu kapan berakhirnya," tutur Vincent Chandra ketika dihubungi Tribun Bali.
"Beberapa karya kebetulan sudah ada yang ditawar jadi bagi kami pameran ini sudah berhasil. Dan ini sebagai penanda atau tolak ukur dari bagusnya antusias masyarakat," tambahnya.
Ia juga menambahkan, bahwa mereka berempat setuju bahwa seni selayaknya adalah sebuah kebebasan untuk tiap pelakunya, tidak ada pendiktean apalagi pemaksaan makna didalamnya. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-karya-yang-ditampilkan-dalam-bosan-bosan-bosan.jpg)